Kemenperin: Industri Tambang Masih Bergantung Teknologi Asing

Jakarta, TAMBANG – Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Tenologi Industri dan Kekayaan Intelektual Kementerian Perindustrian, Hendra Yetti mengatakan, saat ini industri tambang masih bertumpu pada teknologi dari luar negeri.
Sehingga menurutya, pemerintah memerlukan upaya yang ekstra untuk menggenjot unsur Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di sektor tersebut.
“Kalau TKDN nanti akan ada tindakan selanjutnya yang butuh effort lebih banyak,” ungkap Yetti saat dijumpai oleh tambang.co.id, di Jakarta, Kamis (11/10).
Meski demikian, pihaknya menemukan potensi sumber daya manusia dari dalam negeri yang sudah berhasil menyerap hasil transfer pengetahuan yang berlangsung selama ini. Tapi sayang, Yetti belum mau membeberkan rincian, nama dan asal perusahaan yang dimaksud.
“Mereka berani melakukan improvement, karena masa garansinya sudah habis, dengan mengoprek inovasi teknologinya, dan itu berhasil meningkatkan efisieni, dari sisi TKDN sudah mulai berperan dari sisi intelektual,” ujar Yetti.
Saat ditanya, sektor industri apa yang paling siap menerima kebijakan terkait TKDN yang baru saja diluncurkan pemerintah?
Adalah sektor industri pangan, kata Yetti. “Yang kita bilang siap dengan TKDN ya industri pangan. Karena umumnya adalah menggunakan sumber daya dalam negeri kebanyakan,” jawab Yetty.
Untuk diketahui, pemerintah sedang berjibaku untuk mendorong penggunakan TKDN. Bebebapa waktu lalu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan menggelar rapat koordinasi di kantornya. Rapat tersebut membahas mengenai upaya menggenjot pemakaian produk dalam negeri untuk mengurangi impor. Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah Menteri Kabinet Kerja seperti Menteri Perdagangan, Enggartisto Lukita, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dan masih banyak lagi.
Selain itu turut hadir juga perwakilan dari PT PLN (Persero) dan Ketua Umum Karena Dagang dan Industri (Kadin) Rosan Roeslani.

Artikel Terkait

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda