Digitalisasi Dan AI Topang Efisiensi dan Produktivitas Kinerja AMMAN

Digitalisasi Dan AI Topang Efisiensi dan Produktivitas Kinerja AMMAN

Jakarta,TAMBANG,- Tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia, PT Amman Mineral Internasional,Tbk (AMMAN) telah menjelma sebagai salah satu tambang paling kompleks. Ini terjadi setelah perusahaan merampungkan pembangunan smelter tembaga dan fasilitas pemurnian emas dan perak.

Di area yang terbentang antara Batu Hijau dengan pelabuhan Benete, berdiri sejumlah fasilitas yang saling terhubung. Mulai dari operasional tambang di pit, fasilitas pengolahan bijih menjadi konsentrat tembaga, refinery yang mengolah konsentrat menjadi katoda tembaga, hingga Precious Metals Refinery (PMR) yang memproduksi emas dan perak. Belum lagi sejumlah fasilitas pendukung, seperti regasifikasi dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Di sini digitalisasi dan Artificial Intelligence (AI) akan memainkan peran pen

Menariknya, sejak 2020, AMMAN telah secara bertahap membangun fondasi digital untuk mendukung perkembangan bisnis yang terus bertumbuh. Perusahaan kemudian membangun sistem yang terintegrasi, di mana berbagai fungsi, mulai dari keuangan, pengadaan, sumber daya manusia, hingga pengelolaan data dan analitik, berjalan dalam satu ekosistem yang lebih efisien, transparan, dan adaptif.

Transformasi tersebut akhirnya menghadirkan inovasi yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung. Salah satunya adalah pengembangan Automated Teller Gold Machine (ATGM) yang memungkinkan proses pembelian dan penebusan emas dilakukan secara lebih cepat, aman, dan terdokumentasi secara real-time. Proses tersebut mencakup validasi stok hingga pencatatan transaksi secara elektronik.

Vice President Corporate Communications AMMAN, Kartika Octaviana, mengakui bahwa teknologi memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan bisnis perusahaan yang semakin kompleks.

“Di AMMAN, digitalisasi merupakan bagian integral dari strategi bisnis perusahaan. Melalui sistem yang semakin terintegrasi, kami terus memperkuat tata kelola, mempercepat pengambilan keputusan, dan mengoptimalkan kinerja perusahaan. Sejalan dengan visi AMMAN, kami terus memanfaatkan data, otomasi, dan teknologi untuk mendorong kinerja bisnis yang berkesinambungan,” terangnya.

Penerapan ATGM turut mengantarkan produsen tembaga terbesar kedua di Indonesia ini meraih apresiasi internasional melalui SAP Customer Excellence Awards for SEA 2026. Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan AMMAN memanfaatkan teknologi cloud untuk mempercepat transformasi bisnis melalui sistem kerja yang semakin terintegrasi dan berbasis data.

Dalam ajang tersebut, AMMAN memperoleh pengakuan pada kategori Autonomous Suite and Data & AI, yang menilai kemampuan perusahaan dalam membangun proses kerja digital yang lebih otomatis, saling terhubung, serta mampu mengubah data menjadi informasi yang mendukung pengambilan keputusan bisnis.

Kartika menegaskan bahwa pengakuan tersebut menunjukkan semakin pentingnya peran transformasi digital dalam mendukung pengelolaan bisnis yang terintegrasi. Hal ini sekaligus memperkuat kesiapan perusahaan dalam menghadapi kebutuhan operasional dan pertumbuhan bisnis di masa depan.

Artificial Intelligence untuk Produktivitas Operasional

Tidak hanya digitalisasi yang dibangun dalam operasional AMMAN. Perusahaan bahkan telah mengembangkan Artificial Intelligence Dashboard Automation (AIDA). Sistem ini merupakan perangkat pendukung keputusan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung optimalisasi proses pengolahan mineral di processing plant.

Harus diakui, dalam kegiatan produksi, setiap ton bijih (ore) yang ditambang mengandung mineral berharga. Namun, dalam proses penambangan dan pengolahan, tidak seluruh mineral tersebut berhasil dipulihkan. Padahal bagi industri pertambangan, peningkatan kecil dalam tingkat perolehan mineral (mineral recovery) dapat memberikan dampak yang sangat besar.

Selain meningkatkan nilai ekonomi, setiap persen tambahan recovery berarti semakin banyak sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan secara optimal dan semakin sedikit mineral berharga yang terbuang.

Dengan karakteristik bijih yang semakin kompleks serta meningkatnya tuntutan terhadap praktik pertambangan berkelanjutan, optimalisasi mineral recovery menjadi salah satu tantangan sekaligus prioritas utama industri.

Peningkatan mineral recovery tidak hanya menciptakan nilai tambah bagi perusahaan, tetapi juga memperkuat upaya konservasi mineral. Semakin banyak logam berharga yang berhasil dipulihkan, semakin sedikit kandungan mineral yang berakhir di tailings. Artinya, pemanfaatan sumber daya alam menjadi lebih efisien sekaligus mendukung praktik pertambangan yang semakin bertanggung jawab.

Menariknya, AIDA memanfaatkan data operasional perusahaan selama lebih dari 25 tahun sebagai salah satu fondasi sistem. Data tersebut menjadi modal penting bagi perusahaan dalam menyusun rencana pengembangan dan mengoptimalkan kegiatan operasional tambang.

Jutaan data historis dan data operasional secara real-time membantu AMMAN mengembangkan sistem pendukung keputusan yang mampu menganalisis kondisi operasi secara berkelanjutan serta memberikan rekomendasi parameter proses yang paling optimal untuk memaksimalkan mineral recovery.

Melalui fitur Set Point Optimizer, AIDA memberikan rekomendasi penyesuaian berbagai parameter penting, seperti dosis reagen dan laju aliran air, sehingga proses pengolahan dapat berjalan lebih efisien dan menghasilkan tingkat recovery yang lebih tinggi.

Jika sebelumnya para metalurgis harus menganalisis ribuan data yang terus berubah secara manual, kini AIDA membantu menyaring informasi yang paling relevan dan menyajikan rekomendasi yang dapat segera ditindaklanjuti oleh tim operasi.

Layaknya sistem navigasi modern yang membantu pilot menentukan rute paling efisien di tengah perubahan kondisi, AIDA membantu operator mengambil keputusan dengan lebih cepat, tepat, dan berbasis data.

Namun, AIDA tidak dirancang untuk menggantikan manusia. Sebaliknya, teknologi ini hadir untuk memperkuat pengambilan keputusan melalui kolaborasi antara kecerdasan buatan dan pengalaman para ahli di lapangan.

Setiap empat jam, tim operasi dan metalurgi bersama-sama meninjau rekomendasi yang dihasilkan AIDA. Analisis berbasis AI kemudian dikombinasikan dengan pengalaman operasional yang telah dibangun selama puluhan tahun sebelum tim menentukan penyesuaian proses yang akan diterapkan.

Vice President Corporate Communications AMMAN, Kartika Octaviana, mengakui pengembangan AIDA sebagai bagian dari transformasi digital perusahaan dalam membangun operasi pertambangan yang semakin cerdas, efisien, dan berkelanjutan.

“AIDA mencerminkan budaya AMMAN yang selalu terdorong untuk terus menjadi lebih baik. Melalui transformasi digital, kami tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat komitmen terhadap konservasi sumber daya mineral. Keberhasilan inisiatif ini bukan hanya terletak pada teknologinya, melainkan pada sinergi antara data, inovasi, dan keahlian tim kami. Ketika teknologi dan pengalaman manusia berjalan beriringan, kami mampu menghasilkan keputusan yang lebih baik dan menciptakan nilai yang lebih besar,” ujar Kartika.

Pengembangan AIDA tidak berhenti pada pembangunan model AI. AMMAN juga melakukan peninjauan dan penyempurnaan secara menyeluruh terhadap proses pengolahan mineral untuk memastikan sensor, instrumen, dan sistem pengumpulan data mampu menghasilkan informasi yang akurat, andal, dan berkualitas tinggi.

Dengan kombinasi penyempurnaan proses dan optimalisasi berbasis AI, AMMAN berhasil meningkatkan mineral recovery sekitar 2,5%—sebuah pencapaian yang sangat signifikan bagi operasi sebesar Batu Hijau yang selama ini telah memiliki tingkat recovery terbaik di kelasnya.

Dalam operasi pertambangan berskala besar, peningkatan recovery beberapa persen saja dapat menghasilkan nilai ekonomi yang sangat besar, sekaligus mengurangi kandungan logam berharga yang masih tertinggal di tailings. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi digital mampu menciptakan manfaat sekaligus dari sisi ekonomi maupun keberlanjutan.

Melalui AIDA, AMMAN membuktikan bahwa transformasi digital bukan sekadar mengadopsi teknologi terbaru. Lebih dari itu, transformasi digital merupakan cara baru dalam mengelola sumber daya alam secara lebih cerdas, efisien, dan bertanggung jawab.

Dengan memadukan kecerdasan buatan dan keahlian manusia, AMMAN terus memperkuat daya saing operasional sekaligus mendukung masa depan industri pertambangan Indonesia yang lebih berkelanjutan dan bernilai tambah.

AMMAN kini tidak hanya menjadi perusahaan tambang terintegrasi dengan fasilitas hulu hingga hilir yang lengkap. Perusahaan ini telah berkembang menjadi perusahaan tambang terintegrasi yang modern, canggih, dan semakin mengandalkan kekuatan data serta teknologi dalam menjalankan operasinya.

Artikel Terkait

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda
Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin