Bahlil Tegaskan Persetujuan RKAB Tiga Anak Usaha Bayan Tak Terkait Akuisisi Haji Isam

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan persetujuan perubahan RKAB 2026 tiga anak usaha PT Bayan Resources Tbk (BYAN) tidak terkait dengan rencana pengalihan saham Bayan kepada PT Jhonlin Baratama milik Haji Isam.

Bahlil Tegaskan Persetujuan RKAB Tiga Anak Usaha Bayan Tak Terkait Akuisisi Haji Isam
Dokumentasi: Rian/TAMBANG.

Jakarta, TAMBANG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan persetujuan perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 untuk tiga anak usaha PT Bayan Resources Tbk (BYAN) tidak berkaitan dengan proses pengalihan saham Bayan kepada PT Jhonlin Baratama, perusahaan milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.

Menurut Bahlil, proses persetujuan RKAB merupakan mekanisme administratif yang berjalan secara terpisah dari transaksi saham. Sementara itu, transaksi saham antara pemegang saham Bayan dan PT Jhonlin Baratama merupakan urusan bisnis antarpihak atau business to business (B2B).

“Enggak ada, itu kan berproses aja. Persoalan transaksi itu kan B2B, urusan RKAB kan urusan proses,” ujar Bahlil saat ditemui di ICE BSD, Tangerang, dikutip Rabu (23/9).

Bahlil juga menegaskan pengajuan perubahan RKAB oleh perusahaan telah dilakukan sejak awal dan kemudian menjalani proses sesuai ketentuan yang berlaku.

“Ya kan sudah diajukan dari awal, terus berproses,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil di tengah sorotan atas waktu terbitnya persetujuan RKAB tiga anak usaha Bayan yang berdekatan dengan proses transaksi saham Bayan oleh PT Jhonlin Baratama.

RKAB Tiga Anak Usaha Bayan Disetujui

Tiga anak usaha Bayan, yakni PT Tiwa Abadi (TA), PT Tanur Jaya (TJ), dan PT Fajar Sakti Prima (FSP), memperoleh persetujuan perubahan RKAB Tahun 2026 pada Jumat (18/9/2026).

Persetujuan tersebut menjadi perkembangan penting bagi Bayan Resources setelah sebelumnya ketiga anak usaha tersebut menyampaikan pemberitahuan keadaan kahar atau force majeure kepada pelanggan.

Pemberitahuan tersebut berkaitan dengan kewajiban pemenuhan pasokan batu bara berdasarkan perjanjian penyediaan batu bara atau Coal Supply Agreement. Kondisi tersebut terjadi karena persetujuan perubahan RKAB 2026 untuk ketiga perusahaan belum diterbitkan pemerintah.

Dengan terbitnya persetujuan perubahan RKAB, salah satu hambatan yang sebelumnya memengaruhi kegiatan produksi dan kemampuan ketiga anak usaha Bayan dalam memenuhi kewajiban pasokan batu bara kepada pelanggan kini telah terurai.

Transaksi Saham Bayan

Di sisi lain, PT Bayan Resources Tbk mengungkap adanya rencana pengalihan sebanyak 10.000.000.500 saham biasa perseroan kepada PT Jhonlin Baratama.

Rencana transaksi tersebut dituangkan dalam Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat yang ditandatangani pada 16 September 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, perjanjian tersebut ditandatangani oleh Low Tuck Kwong dan Elaine Low dengan PT Jhonlin Baratama selaku pembeli.

“Bapak Low Tuck Kwong (Dato’ Dr. Low Tuck Kwong) dan Ibu Elaine Low telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat pada tanggal 16 September 2026 dengan PT Jhonlin Baratama (‘Pembeli’),” demikian keterangan perseroan.

Adapun saham yang menjadi objek transaksi mencapai 10.000.000.500 saham biasa atau sekitar 10 miliar saham lebih. Namun, penyelesaian transaksi masih bergantung pada terpenuhinya sejumlah kondisi pendahuluan (conditions precedent).

Dengan demikian, pengalihan saham tersebut belum serta-merta efektif hingga seluruh persyaratan yang ditetapkan dalam perjanjian dipenuhi.

Bahlil menegaskan, proses transaksi saham tersebut tidak menjadi dasar dalam pemberian persetujuan RKAB. Menurutnya, kedua proses berjalan secara terpisah, dengan RKAB tetap mengikuti tahapan pengajuan dan proses yang telah berjalan sejak awal.

Artikel Terkait

Lima Bulan Dampingi Pengobatan Kasmari hingga ke Jakarta, NHM Peduli Hadir untuk Warga Lingkar Tambang

Lima Bulan Dampingi Pengobatan Kasmari hingga ke Jakarta, NHM Peduli Hadir untuk Warga Lingkar Tambang

Jakarta, TAMBANG - Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat terus diwujudkan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui program NHM Peduli. Salah satunya dengan memberikan pendampingan kepada Kasmari (63 tahun), seorang petani yang tinggal di Desa Beringin Agung, Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara, yang saat ini tengah menjalani pengobatan limfoma non-Hodgkin. Penyakit

By Rian Wahyuddin
Hingga Kuartal III Tahun ini, MYOH Sukses Catat Kinerja Positif di Semua Lini

Hingga Kuartal III Tahun ini, MYOH Sukses Catat Kinerja Positif di Semua Lini

Jakarta,TAMBANG,- Kinerja moncer berhasil dibukukan perusahaan kontraktor tambang, PT Samindo Resources Tbk (“Perseroan”). Emiten berkode MYOH ini berhasil membukukan akselerasi kinerja operasional dan lonjakan profitabilitas yang solid sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026. Penguatan ini ditopang oleh pertumbuhan produktivitas pada seluruh lini jasa pertambangan utama Perseroan. Perusahaan mencatat kinerja

By Egenius Soda
Ditjen Minerba: 2.587 UMKM Binaan Perusahaan Tambang, PPM Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah

Ditjen Minerba: 2.587 UMKM Binaan Perusahaan Tambang, PPM Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah

Jakarta, TAMBANG – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong penguatan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) agar manfaat kegiatan pertambangan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat di sekitar wilayah operasi. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan keberhasilan sektor

By Rian Wahyuddin
Menko Bahlil Dorong Hilirisasi hingga Produk Akhir, Evaluasi Pembangunan Smelter

Menko Bahlil Dorong Hilirisasi hingga Produk Akhir, Evaluasi Pembangunan Smelter

Jakarta, TAMBANG – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mendorong pengembangan industri hilirisasi mineral di Indonesia agar tidak berhenti pada produksi bahan setengah jadi. Karena itu, Pemerintah berencana mengevaluasi pembangunan smelter yang hanya menghasilkan produk antara untuk meningkatkan nilai tambah di

By Rian Wahyuddin