Waspada Kecelakaan Tambang, Ditjen Minerba Kumpulkan Direksi Perusahaan Di Sumsel

Waspada Kecelakaan Tambang, Ditjen Minerba Kumpulkan Direksi Perusahaan Di Sumsel

Jakarta, TAMBANG – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) menggelar pertemuan bersama direksi perusahaan pertambangan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini, dipimpin langsung oleh Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara merangkap Kepala Inspektur Tambang, Sunindyo Suryo Herdadi. Selain itu, ada koordinator inspektur tambang Provinsi Sumsel, inspektur tambang, dan perusahaan.

Dalam sambutannya, Sunindyo menyampaikan, insiden kecelakaan tambang yang masih terjadi di kegiatan pertambangan Sumsel menjadi cerminan pengelolaan keselamatan pertambangan ke depan masih perlu ditingkatkan. Dia mengajak para direksi untuk membuat program kerja yang baik yang berbasis pengendalian risiko.

“Apabila terjadi kasus kecelakaan tambang berakibat mati, maka konsekuensi bagi perusahaan tambang akan dihentikan operasionalnya sampai dinyatakan aman dan selamat, yang mengacu pada Surat Edaran Dirjen Minerba No 06.E/37.04/DJB/2019 tanggal 15 Agustus 2019,” ujar Sunindyo dalam pertemuan itu, Kamis (25/8).

Tujuannya, kata dia, bukan untuk menghambat produktivitas tambang, melainkan untuk mencegah kecelakaan susulan atau hal-hal yang tidak diinginkan terjadi kembali.

“Sehingga proses investigasi perlu dilakukan guna mengidentifikasi penyebab kecelakaan dan memperbaiki seluruh kekurangan yang ada,” tegasnya.

Sunindyo kemudian menyinggung soal tantangan di sektor pertambangan saat ini. Mulai dari fluktuasi harga komoditas, ancaman-ancaman yang sulit diprediksi seperti bencana alam, atau bahkan wabah penyakit.

“Namun hal tersebut tentunya dapat diatasi dengan baik apabila kita benar-benar sudah mampu untuk mengantisipasinya dengan baik. Diperlukan sinergi yang baik dari setiap pemangku kepentingan, mulai dari pekerja tambang, perusahaan jasa pertambangan, manajemen dan pemerintah dalam menciptakan good mining practices,” bebernya.

Sinergitas tersebut dapat berupa dukungan pihak manajemen terhadap program-program pengelolaan keselamatan pertambangan. Misalnya, direksi memberikan dukungan kepada Kepala Teknik Tambang (KTT) maupun Penanggung Jawab Operasional (PJO) guna menjamin terlaksananya pengelolaan keselamatan pertambangan.

Semua pekerja tambang harus berkomitmen dalam menjalankan tugas sesuai dengan standar, norma, dan aturan yang berlaku, mengingat keselamatan di area kerja bukan merupakan tanggung jawab satu individu, namun seluruh anggota yang bekerja di dalamnya.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin