Wakil PERHAPI Hadir Di World Mining Congres ke-27 Di Lima- Peru

Wakil PERHAPI Hadir Di World Mining Congres ke-27 Di Lima- Peru

Jakarta,TAMBANG,- World Mining Congres yang ke-27 telah berhasil diselenggarakan di Lima, ibukota negara Peru. Kongres ini menjadi ajang pertemuan para pemimpin industri global, pemerintah, investor, dan ilmuwan dalam misi bersama yakni untuk mendefinisikan kembali bagaimana industri pertambangan menyediakan mineral yang sangat dibutuhkan masyarakat secara bertanggung jawab, efisien, dan berkelanjutan.

Dijelaskan pula bahwa platform global ini hadir untuk membangun kolaborasi dan aksi dalam mendorong kepercayaan, transformasi dan teknologi menuju masa depan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.

Diterangkan pula bahwa WMC 2026 di Peru mendorong semua stakeholder pertambangan dalam merancang, mengembangkan, dan menyediakan sumber daya yang dibutuhkan masyarakat.

Kali ini ada Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Beliau adalah Wisnu Salman dari PT. Geo Mining Berkah yang juga Kepala Bidang Hubungan Lembaga Pendidikan dan Student Chapter di Pengurus Pusat PERHAPI (Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia). Di kesempatan ini Ia menyampaikan materi terkait Challenges and Socio environmental impacts of informal and illegal.

Selain Wisnu, dari Indonesia juga hadir Arif Johar Pratama dari PT. Hexagon Mining yang di kesempatan ini membawakan materi Optimising fleet managemewnt for sustainable mining : Efficiency, Cost Reduction, and Carbon Impact at Toka Tindung Gold Mine.

Kemudian Ikhsan Maulana dari PT. Pamapersada Nusantara dengan materi Automatic Operator Guidance System in Opet Pit Coal Mining to increase Haul Truck Productivity Using Adaptive Learning Machine Learning.

Wisnu Salman menjadi pemateri di room Manchay. Ia tampil bersama beberapa pembicara. Ada Jesús Vidalón Orellana yang adalah seorang insinyur sipil, pakar kebijakan publik, dan konsultan internasional asal Peru. Ia dikenal punya spesialisasi dalam pengelolaan air, sanitasi, serta skema Kemitraan Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU/APP). Kemudian pembicara lainnya adalah Álvaro Bendezú. Alvaro  adalah seorang profesional di industri pertambangan dari Peru. Pembicara lainny adalah Gloria Quiespe Oruro yang adalah seorang insinyur geologi dan geofisika asal Peru yang saat ini menjadi mahasiswa Ph.D. di Stanford University. Kemudian ada Mariam Taki , Ph.D, Ia merupakan peneliti Paris School of mines dari Perancis.

 

Kemudian ada Fabiola Ivo Sartini, seorang profesional global di industri pertambangan yang menjabat sebagai SAM Diversity & Inclusion Leader, HITMS Coordinator, dan GISTM Specialist di perusahaan konsultan rekayasa pertambangan internasional bernama Hatch.

 

Kepada Majalah TAMBANG, Wisnu menjelaskan ini kali kedua secara berturut turut Ia menjadi delegasi Indonesia dalam world mining congress. Sebelumnya Ia jugua hdir di Brisbane Australia tahun 2023 kemudian tahun ini Lima Peru tahun 2026.

“Ini forum yang sangat luar biasa karena menghadirkan banyak praktisi pertambangan dari seluruh dunia. Kita bisa membagi pengalaman pertambangan di Indonesia dan menimba pengalaman dan ilmu dari pakar pertambangan di seluruh dunia,”tandas Wisnu.

Wisnu menjelaskan dalam pemaparannya Ia menjelaskan tentang aktivitas pertambangan informal dan ilegal yang menimbulkan dampak lingkungan yang nyata seperti pencemaran air dan tanah, deforestasi, erosi, hilangnya keanekaragaman hayati, dan degradasi lanskap.

“Dampak sosial akibat penambangan tersebut sangat berat, diantaranya seperti kesehatan masyarakat terganggu, pendapatan tidak stabil, konflik sosial, ketidakadilan, dan penurunan kualitas hidup,”ungkapnya.

Dalam mengatasi penambangan ilegal dan informal, terdapat beberapa tantangan yang akan dihadapi seperti kelemahan penegakan hukum, kurangnya kapasitas masyarakat, kurangnya alternatif ekonomi, dan absennya kewajiban reklamasi dalam banyak kasus ilegal.

“Untuk mencegah maraknya penambangan ilegal dan informal perlu adanya upaya untuk melakukan penanggulangan yang efektif seperti penguatan regulasi penambangan, penggunaan teknologi, partisipasi masyarakat, serta integrasi kebijakan dan penegakan hukum yang transparan,”pungkas Wisnu.

Untuk diketahui, tema utama dari World Mining Congress (WMC) ke-27 yang diselenggarakan di Lima, Peru adalah "Mining for the Future: Trust, Transformation, and Technology.

Berikutnya, World mining congress ke-28 akan diadakan pada tahun 2028 di Hefei China. Diharapkan delegasi Indonesia akan lebih banyak yang hadir.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin