Unit Usaha Anyar RMKE Targetkan Produksi Batu Bara 2 Juta Metrik Ton pada Tahun 2025

RMKE Produksi
Istimewa.

Jakarta, TAMBANG – Unit usaha anyar PT RMK Energy Tbk (RMKE) menargetkan produksi batu bara sebesar 2 juta metrik ton pada tahun 2025. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama RMKE, Vincent Saputra, dalam konferensi pers di Jakarta.

“Tahun lalu produksinya 1 juta ton, tahun ini target kita 2 juta metrik ton,” ungkap Vincent Saputra, dikutip Rabu (12/3).

RMKE mengakuisisi tiga unit usaha tambang batu bara pada tahun lalu, yaitu PT Sinar Anugerah Sukses (SAS), PT Anugerah Jambi Coalindo (AJC), dan PT Bakti Sarolangun Sejahtera (BSS). Total nilai transaksi akuisisi ketiga tambang tersebut mencapai Rp1,3 triliun.

Vincent menjelaskan bahwa ketiga tambang batu bara yang terletak di Jambi tersebut akhirnya diakuisisi langsung oleh RMKE. Awalnya, akuisisi dilakukan melalui anak usaha tidak langsung RMKE, PT Nusantara Bara Tambang (NBT), pada Selasa, 16 Juli 2024. Perjanjian jual beli saham ini dilakukan oleh Nusantara Energy Limited (NEL) dan Nusantara (Luxembourg) SARL (NS) sebagai penjual, bersama dengan NBT sebagai pembeli.

“Ketiga anak usaha itu akhirnya kami akuisisi melalui induk perusahaan, sehingga kini posisinya menjadi bagian dari sistem perusahaan RMKE,” ujar Vincent.

Menurut Vincent, dari ketiga tambang tersebut, baru satu yang telah beroperasi. Sementara itu, satu tambang lainnya sedang dalam tahap pengerjaan infrastruktur oleh kontraktor menuju operasi, dan satu lagi masih dalam proses penyelesaian dokumen izin lingkungan (Amdal), feasibility study (FS), serta Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

RMKE Bukukan Pendapatan Rp2,46 Triliun Sepanjang 2024

“Ada total tiga tambang, satu sudah berproduksi, satu lagi sedang dalam persiapan produksi dengan kontraktor yang mulai bekerja dan membangun infrastruktur tambang. Sementara yang terakhir masih dalam tahap penyelesaian dokumen lingkungan, FS, dan Amdal,” jelasnya.

Vincent menargetkan dua unit usaha yang belum beroperasi dapat mulai berproduksi sekitar bulan November-Desember tahun ini.

“Begitu FS dan Amdal selesai, RKAB bisa dikeluarkan, barulah kami dapat memulai produksi. Jadi dari tiga tambang ini, dua di antaranya diharapkan dapat segera berproduksi dalam waktu dekat. Harapannya, sebelum akhir tahun, sebelum November-Desember, tambang ini bisa beroperasi, dengan catatan FS, Amdal, dan RKAB dapat segera diselesaikan,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Maknai Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Infrastruktur Energi

Maknai Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Infrastruktur Energi

Jakarta,TAMBANG,- Memaknai Hari Pelanggan Nasional 2026, PT Pertamina Gas (Pertagas), meneguhkan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas layanan dan keandalan infrastruktur energi. Hal ini semakin penting di tengah kebutuhan pelanggan yang semakin dinamis. Komitmen dari Subholding Gas Pertamina diantaranta tercermin dari Customer Satisfaction Index (CSI) Pertagas tahun 2026 yang mencapai

By Egenius Soda
Agincourt Resources Kembali Gelar OlympiAR 2026, Kompetisi Geosains Nasional bagi Mahasiswa

Agincourt Resources Kembali Gelar OlympiAR 2026, Kompetisi Geosains Nasional bagi Mahasiswa

Jakarta,TAMBANG,- Pengelola Tambang Emas Martabe, PT Agincourt Resources (PTAR) bersama Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) kembali menyelenggarakan Olympiade Agincourt Resources (OlympiAR) 2026. Pembukaan ajang dua tahunan ini dilaksanakan di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Jumat (4/9). Pembukaan OlympiAR 2026 dihadiri sekitar 500 mahasiswa dari berbagai universitas. Tahun ini

By Egenius Soda