Tunggu Kepastian Pemerintah, Chevron Hentikan Tender Proyek Laut Dalam

Jakarta – TAMBANG. Target produksi gas bumi dari laut dalam sepertinya memang harus tertunda. Pasalnya, PT Chevron Indonesia Company menghentikan tender EPC (engineering, procurement, and construction) , karena pemerintah belum memberi kepastian perpanjangan kontrak proyek Indonesia Deepwater Development (IDD).

"Sudah ada beberapa calon pemenang, tapi dihentikan," jelas Agus Kurnia, Kepala Divisi Manajemen Proyek dan Pemeliharaan Fasilitas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) , Senin (24/11).

Chevron sebagai pemegang kontrak atas tiga blok migas laut dalam sebenarnya sudah menggelar tender untuk EPC. Targetnnya, tiga dari lima lapangan yang akan dibor sudah bisa berproduksi pada tahun 2018 mendatang. Namun gelaran tender dihentikan karena pemerintah belum menyetujui permintaan Chevron untuk memperpanjang kontrak ketiga blok tersebut hingga 2028 sekaligus.

Dari ketiga blok proyek IDD Chevron, memang sebetulnya hanya Blok Ganal di wilayah Provinsi Kalimantan Timur yang kontraknya berlaku hingga 2028. Blok Rapak, yang juga ada di wilayah Kalimantan Timur, habis masa kontraknya pada 2007. Sementara kontrak Blok Selat Makassar sudah akan jatuh tempo pada tahun 2020.

Proyek IDD Chevron itu meliputi pengeboran 28 sumur di 5 lapangan, yakni Lapangan Bangka, Gendalo, Gehem, Maha, dan Gandang. Rencananya, dari Lapangan Bangka bisa dihasilkan 150 juta kaki kubik (mmscfd) gas dan 60.000 barel per hari (bph) minyak. Dari Lapangan Gendalo, diproyeksikan hasil 700 mmscfd gas dan 25.000 bph minyak. Kemudian dari Lapangan Gehem bisa disedot 420 mmscfd gas dan 27.000 bph minyak. Lalu, setelah ketiga lapangan itu berproduksi, barulah Lapangan Maha dan Gandang akan menyusul.

Dijelaskan Agus, Chevron akan mengkaji ulang proyek IDD ini sambil menunggu kepastian permintaan perpanjangan jatuh tempo kontrak. Penundaan ini juga otomatis berisiko pada membengkaknya nilai investasi, dari yang semula dianggarkan sebesar US$ 12 miliar.

"Belum ada kepastian kapan proyek ini akan berlanjut, itu tergantung Chevron dan juga Pemerintah. Saya berharap proyek IDD ini tetap diteruskan, dengan izin pemerintah," tambah Agus.

Pihak Chevron sendiri, melalui Vice President bidang Policy, Government and Public Affairs, Yanto Sianipar, menegaskan bahwa proyek IDD Lapangan Bangka di Blok Rapak masih terus berjalan.

Artikel Terkait

DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI kini memiliki jajaran Komisaris dan Direksi lengkap untuk mendukung pelaksanaan mandatnya dalam tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia. Dewan Komisaris DSI dipimpin Komisaris Utama Cipung Noer, bersama Tony Wenas, Prof. Mari Elka Pangestu, dan Harold Tjiptadjaja sebagai Komisaris. Jajaran tersebut memiliki

By Rian Wahyuddin
DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI mengumumkan kesiapan operasional dalam menjalankan mandat pengelolaan ekspor komoditas strategis Indonesia. Dalam waktu sedikit lebih dari dua bulan, DSI telah membangun visibilitas analitis terhadap sekitar 6.500 deklarasi ekspor dengan nilai lebih dari USD14 miliar. DSI dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP)

By Rian Wahyuddin
SDM Unggul Jadi Kunci Hilirisasi dan Masa Depan Industri Minerba Menuju Indonesia Emas 2045

SDM Unggul Jadi Kunci Hilirisasi dan Masa Depan Industri Minerba Menuju Indonesia Emas 2045

Yogyakarta, TAMBANG – Penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci utama dalam mendorong transformasi industri mineral dan batubara (minerba) menuju Indonesia Emas 2045. Hilirisasi, digitalisasi, transisi energi, dan tuntutan keberlanjutan membutuhkan tenaga profesional dengan kompetensi yang semakin beragam. Hal tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk “Mempersiapkan SDM Unggul, Inovatif,

By Rian Wahyuddin