Tambang Emas Ilegal di Pohuwato Longsor, Lima Orang Tewas
Jakarta, TAMBANG – Tambang emas yang diduga ilegal di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, mengalami longsor pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 17.30 WITA. Dalam kejadian tersebut, enam orang dilaporkan menjadi korban. Lima orang meninggal dunia, sementara satu lainnya berhasil selamat.
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pemeriksaan dan pengamanan di lokasi untuk memastikan kronologi serta aktivitas pertambangan di area tersebut.
Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol Marupa Sagala mengatakan, berdasarkan data sementara yang diterima dari Polres Pohuwato, seluruh enam korban telah ditemukan dan dievakuasi.
“Data sementara teridentifikasi dari Polres, laporannya ada enam. Yang meninggal ada lima dan yang selamat satu. Enam orang itu sudah ditemukan,” ujar Marupa, dikutip Kamis (13/8).
Menurutnya, jumlah tersebut masih merupakan data sementara yang diperoleh dari informasi masyarakat sekitar. Kepolisian masih membuka kemungkinan adanya korban lain apabila ditemukan laporan tambahan.
“Data dari sekitar masyarakat ada enam orang. Tapi kita tidak tahu, kalau ada laporan kembali kita telusuri kembali ke TKP,” katanya.
Saat ini, personel Polres Pohuwato bersama jajaran terkait masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP).
Sudah Beberapa Kali Ditindak
Marupa juga menyebut aktivitas pertambangan di daerah Pani tersebut diduga merupakan kegiatan ilegal. Namun, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan status dan aktivitas di lokasi saat kejadian.
“Polres Pohuwato masih di lokasi, masih mengecek TKP sementara,” ujarnya.
Ia menjelaskan, aparat kepolisian sebelumnya telah beberapa kali melakukan penindakan terhadap aktivitas pertambangan di kawasan tersebut. Pemantauan juga terus dilakukan karena kembali ditemukan aktivitas pembukaan lahan di area tersebut.
“Sudah beberapa kali dilakukan penindakan di sana oleh Polres. Mereka baru tahu ada yang membuka lahan lagi di sana. Sering Polres memantau di sana,” kata Marupa.
Kepolisian masih mengamankan lokasi untuk kepentingan penyelidikan, termasuk menelusuri aktivitas pertambangan yang berlangsung sebelum longsor serta kemungkinan adanya korban lain.
Hingga berita ini diturunkan, proses pemeriksaan di lokasi masih berlangsung.