Siapkan Generasi Energi Bersih! Pertamina NRE Kenalkan Carbon Trading di PGTC 2026

Siapkan Generasi Energi Bersih! Pertamina NRE Kenalkan Carbon Trading di PGTC 2026

Jakarta, TAMBANG – Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu perubahan iklim dan transisi energi, Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memperkenalkan carbon trading kepada mahasiswa dalam gelaran Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 di Institut Teknologi Bandung pada 21 Mei 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pertamina NRE untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai peran perdagangan karbon dalam mendukung pengurangan emisi dan pembangunan ekonomi rendah karbon di Indonesia.

Pertamina Goes to Campus 2026 yang mengusung tema “Energizing Acceleration for Future Impact” merupakan kegiatan yang mempertemukan dunia industri dengan mahasiswa untuk memberikan pemahaman mengenai tantangan dan peluang sektor energi di masa depan.

Dalam kegiatan tersebut, Pertamina NRE turut menghadirkan booth interaktif yang memberikan edukasi mengenai carbon trading, proses pengurangan emisi melalui kredit karbon, hingga pengembangan proyek energi rendah karbon yang mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060.

Carbon trading atau perdagangan karbon merupakan sistem yang mendorong pengurangan emisi karbon. Sederhananya, perusahaan atau pihak yang mampu mengurangi polusi lebih banyak dapat “menjual” hasil pengurangan emisinya kepada pihak lain yang emisinya masih tinggi.

Mekanisme ini membuat semakin banyak pihak terdorong untuk mengurangi emisi karena pengurangan tersebut memiliki nilai ekonomi. Bagi masyarakat umum, kontribusi juga dapat dilakukan melalui program carbon offset, misalnya dengan mendukung penanaman pohon atau proyek energi bersih untuk membantu mengimbangi emisi dari aktivitas sehari-hari.

Antusiasme mahasiswa terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung, khususnya dalam diskusi terkait implementasi perdagangan karbon dan peluang keterlibatan generasi muda dalam mendukung transisi energi nasional. Banyak peserta mendatangi booth Pertamina NRE untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan carbon trading dan peluang green jobs yang terus berkembang seiring meningkatnya fokus global terhadap energi bersih dan keberlanjutan.

Corporate Secretary Pertamina NRE, Sri Nur Hidayati mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memberikan edukasi kepada mahasiswa terkait perkembangan transisi energi dan isu keberlanjutan. “Pengenalan carbon trading menjadi penting agar generasi muda memahami bagaimana mekanisme perdagangan karbon dapat berkontribusi dalam pengurangan emisi serta mendukung target dekarbonisasi di Indonesia,” ujar Sri.

Sri menambahkan bahwa Pertamina NRE juga memperkenalkan potensi green jobs yang dalam beberapa tahun terakhir terus menjadi tren di tingkat internasional seiring meningkatnya fokus global terhadap energi bersih dan keberlanjutan. Hal tersebut menunjukkan bahwa transisi energi tidak hanya menghadirkan tantangan, tetapi juga membuka peluang karier dan pengembangan kompetensi baru bagi generasi muda.

Sebelumnya, Pertamina NRE juga aktif melakukan kampanye peningkatan kesadaran masyarakat terkait pengurangan emisi karbon melalui program carbon offset bekerja sama dengan aplikasi Livin’ by Mandiri. Dalam kampanye tersebut, masyarakat, khususnya pengguna Livin’ by Mandiri, diperkenalkan pada konsep carbon offset, yaitu mekanisme kompensasi atas emisi karbon melalui pembelian kredit karbon yang mendukung proyek-proyek penurunan emisi terverifikasi.

Partisipasi Pertamina NRE dalam Pertamina Goes to Campus 2026 menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung agenda dekarbonisasi nasional melalui pengembangan energi bersih, peningkatan literasi terkait carbon trading, serta penguatan kapasitas generasi muda di sektor energi berkelanjutan.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin