Rupiah Cenderung  Bergerak Datar

Rupiah Cenderung  Bergerak Datar
Jakarta, TAMBANG – Laju Rupiah cenderung bergerak mendatar pada perdagangan di akhir pekan seiring masih adanya imbas dari kekhawatiran akan kenaikan laju USD.  Rupiah diestimasikan akan bergerak dengan kisaran pada kisaran support Rp13.875 dan resisten Rp13.894 per dollar.   Analisis Binaartha Sekuritas menujukkan, dalam perdagangan valas global, laju USD cenderung tertahan jelang rilis GDP kuartal pertama AS yang diperkirakan akan cenderung melambat. Di sisi lain, rilis pertumbuhan ekonomi Inggris yang melambat membuat laju GBP cenderung tertekan sehingga berimbas pada pergerakan JPY dan EUR yang tertahan terhadap USD. Pergerakan Rupiah pun akhirnya ikut tertahan.   Tertahannya pelemahan Rupiah seiring respon pasar terhadap pernyataan Bank Indonesia (BI) yang menilai kondisi fundamental ekonomi Indonesia dalam keadaan baik. Meski laju USD cenderung tertekan setelah laju imbal hasil obligasi AS mulai bergerak turun dan rilis GDP kuartal pertama yang lebih lambat dari sebelumnya namun, kondisi tersebut masih bersifat sementara.   Diharapkan laju Rupiah dapat kembali tertahan pelemahannya dan mampu memanfaatkan pelemahan USD untuk menemukan momentum kenaikannya kembali.   Binaartha Daily Global Calendar Indonesia: (30/4) Foreign direct investment, M2 money supply;   China: (30/4) NBS manufacturing PMI, non manufacturing PMI;   Australia: (30/4) New home sales, private sector credit;   KorSel: (30/4) Construction output, industrial production, manufacturing production, retail sales;   Jerman: (30/4) Retail sales, inflation rate;   Italia: (30/4) Inflation rate;   Zona Euro: (30/4) Loan growth;   AS: (30/4) PCE price index, personal income, personal spending, Chicago PMI, pending home sales, Dallas Fed manufactruring index;  

Artikel Terkait

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

Jakarta, TAMBANG – Besarnya potensi silika Indonesia belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pemanfaatannya. Kepastian harga, klasifikasi komoditas, spesifikasi ekspor, hingga persoalan perizinan masih menjadi tantangan dalam mendorong pengembangan industri silika dari hulu hingga hilir. Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Dialog Silika Indonesia: Harga Patokan Mineral Silika

By Rian Wahyuddin
PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

Jakarta,TAMBANG,- Pengembangan biomethane yang memanfaatkan limbah pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan kini mulai mendekati tahap akhir pengembangan. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) berkolaborasi Toyota Tsusho Indonesia (TTI) dan PT KIS Biofuels Indonesia (KIS) untuk mengoptimasi pemanfaatan biomethane tersebut dalam rangka memastikan kesediaan pasokan energi domestik masa

By Egenius Soda
PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan tambang batubara plat merah, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mempersiapkan operasional yang andal dalam menjaga keberlanjutan produksi. Perencanaan tersebut mempertimbangkan persetujuan pemerintah, prioritas kebutuhan domestik, serta dinamika pasar ekspor di tengah transisi energi. Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, mengatakan perusahaan tetap berada pada jalur yang tepat

By Egenius Soda