Rucika Hadir sebagai Solusi di Proses Dewatering Tambang

Rucika Hadir sebagai Solusi di Proses Dewatering Tambang
Rucika Hadir sebagai Solusi di Proses Dewatering Tambang. (Dok. RUCIKA)

Jakarta, TAMBANG – Indonesia sebagai salah satu Negara dengan yang memiliki kekayaan sumber daya alam terbesar di dunia, memiliki sumber mineral tersebar di seluruh wilayah nusantara seperti halnya batu bara, emas, perak, fosfat, intan, platina, aluminum, gypsum, nikel, timah, tembaga, marmer, belerang, mangan, bauksit, batu gamping, aspal, biji besi, hingga gas alam serta minyak buminya. Dari kekayaan sumber mineral yang dimiliki, terdapat beberapa yang menjadikan Indonesia sebagai penghasil terbesar dari kegiatan pertambangan yaitu minyak bumi, batu bara, timah dan emas.

Seperti diketahui, pertambangan merupakan suatu kegiatan pengambilan sumber daya alam berupa endapan bahan galian berharga dan bernilai ekonomis baik dengan metode mekanis atau manual di lapisan kerak bumi. Jenis pertambangan dibagi menjadi dua yaitu tambang tertutup dan tambang terbuka. Tambang terbuka merupakan metode penambangan yang seluruh kegiatannya berada di permukaan bumi dan berhubungan langsung dengan atmosfer bumi.

Untuk mendapatkan hasil tambang memerlukan serangkaian proses salah satu di antaranya yaitu proses dewatering atau penyaliran, proses ini merupakan upaya untuk mengeringkan atau mengalirkan air yang ada di lubang galian tambang, hal ini bertujuan agar air tidak mengganggu proses penambangan.  Dalam proses dewatering atau penyaliran di tambang terbuka perlu melakukan berbagai analisa seperti halnya analisa saluran terbuka, kapasitas sump, sistem pemompaan dan kolam pengendapan.

Air yang ada digalian tambang terbuka bersumber dari air tanah, air hujan, dan air limpasan, sehingga curah hujan dan debit air harus diperhitungan agar didapatkan jenis pompa dan diameter pipa yang sesuai dengan kebutuhan.

Kontur tanah galian tambang yang sangat ekstrim dan banyaknya galian lubang tambang membutuhkan pipa yang memiliki fleksibilitas tinggi, tahan abrasi dan sedimentasi sehingga memerlukan pipa yang sesuai.

Untuk mendukung proses penyaliran tambang yang membutuhkan mobilitas tinggi, Rucika hadir sebagai solusi dengan komponennya yang didukung keunggulan yang dimiliki.  

Rucika menghadirkan Spool Pipe HDPE Rucika Black merupakan rangkaian pipa HDPE yang telah disambung dengan stub end dan flange di kedua sisinya, dengan sambungan flange menjadikan Spool Pipe HDPE Rucika Black mudah untuk dilepas dan dipasang. Spool Pipe HDPE Rucika Black terdiri dari beberapa komponen yaitu,

Dari beberapa komponen tersebut memiliki keunggulannya masing masing seperti dijelaskan pada tabel berikut,

Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki oleh tiap komponennya, menjadikan Spool Pipe HDPE Rucika Black menjadi pilihan tepat untuk proses penyaliran tambang yang membutuhkan mobilitas tinggi, dengan metode flange joint membuat Spool Pipe HDPE Rucika Black mudah dilepas dan dipasang.

Selengkapnya terkait produk Rucika, bisa dilihat pada link berikut:

Linkedin RUCIKA

Instagram RUCIKA

Artikel Terkait

PPA-Adaro Bangun Masa Depan Tabalong Lebih Sehat dan Produktif Lewat Program Operasi Katarak Gratis

PPA-Adaro Bangun Masa Depan Tabalong Lebih Sehat dan Produktif Lewat Program Operasi Katarak Gratis

Jakarta, TAMBANG - PT Putra Perkasa Abadi (PPA) bersama PT Adaro Indonesia terus memperkuat komitmen dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap program operasi katarak gratis bagi 131 masyarakat Tabalong. Program yang merupakan bagian dari inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) PT

By Rian Wahyuddin
PAMA KPCS Dorong Konservasi Mangrove Berkelanjutan Melalui Pembinaan Komunitas Alien Mangrove

PAMA KPCS Dorong Konservasi Mangrove Berkelanjutan Melalui Pembinaan Komunitas Alien Mangrove

Kutai Timur, TAMBANG – Komitmen PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Jobsite KPCS dalam mendukung pelestarian lingkungan terus dilakukan melalui pembinaan dan pendampingan terhadap komunitas lokal. Salah satunya melalui dukungan terhadap Komunitas Alien Mangrove Kutai Timur, yang saat ini mengelola pusat pembibitan mangrove dengan kapasitas mencapai 12.000 bibit per tahun. Kegiatan monitoring

By Rian Wahyuddin
Jalan Tengah Konflik di Beltim, Pemerintah Izinkan PT TIMAH Beli Timah dari Masyarakat

Jalan Tengah Konflik di Beltim, Pemerintah Izinkan PT TIMAH Beli Timah dari Masyarakat

Jakarta, TAMBANG — Pemerintah mengambil langkah cepat untuk mencari solusi atas persoalan tata kelola pertimahan di Belitung Timur (Beltim), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung beberapa waktu lalu. Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Yusril Ihza Mahendra, menggelar rapat bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait, Pemerintah Provinsi

By Rian Wahyuddin