Puas, DAHANA Kembali Ekspor Bahan Peledak Cartridge Emulsion ke Australia

Puas, DAHANA Kembali Ekspor Bahan Peledak Cartridge Emulsion ke Australia

Jakarta,  TAMBANG –  DAHANA untuk ke-4 kalinya mendapatkan bahan peledak Cartridge Emulsion produksi Energetic Material Center (EMC) dari Johnex Explosives Australia. Pengiriman sudah dilakukan pada Selasa, 7 September 2021 dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Port Alma Queensland-Australia.

Menurut Direktur Operasi PT DAHANA (Persero) Bambang Agung, ekspor tahun ini merupakan prestasi tersendiri untuk DAHANA disituasi pandemi saat ini.

“Keberhasilan melaksanakan ekspor keempat kalinya ini tentunya tidak diraih begitu saja.  Hal ini lahir dari kepercayaan konsumen DAHANA di Australia atas kualitas bahan peledak DAHANA,” terang Bambang Agung di Jakarta (08/09/2021).

Ekspor untuk keempat kalinya ini menunjukan bahwa konsumen di Australia sangat puas menggunakan produk bahan peledak DAHANA. Puas dengan konsistensi mutu dan proses yang dilakukan DAHANA, sehingga konsumen melakukan pembelian berulang hingga empat kali dengan jumlah yang sangat besar.

Keunggulan dari Cartridge Emulsion DAHANA adalah standar kualitas yang sangat tinggi, dimana produk ini diproduksi dengan menggunakan bahan baku terbaik, proses produksi yang sangat presisi dan kontrol kualitas yang tinggi.

Selain dari sisi kualitas, proses packaging, palleting dan wrapping juga dilakukan dengan sangat teliti termasuk pencucian kontainer dengan bersih dan fumigasi pada akhir tahapannya sesuai standar Australia.

Pada prosesnya, DAHANA melibatkan konsumen (Johnex Explosives) untuk melakukan Quality Control melalui pertemuan daring, sehingga mutunya dapat dipastikan sesuai dengan keinginan konsumen.

“Tim telah terlatih dengan sangat baik dan dapat kami katakan bahwa team ini adalah team produksi kelas ekspor,” ungkap Bambang Agung.

Sementara itu, menurut perwakilan Johnex Australia di Indonesia Benny Benyamin, pada pemesanan kali ini pihaknya mengimpor 250 ton Cartidge Emulsion dari DAHANA. Hal ini disebabkan oleh permintaan yang semakin tinggi di seluruh state di Benua Kangguru tersebut. Selain itu, permintaan ini juga disebabkan oleh performa produk DAHANA yang baik dan mampu melampaui para pesaingnya.

“Kebutuhannya meningkat terus, karena satu, pemakainya bertambah, kedua karena performance-nya baik dari produk ini (Cartridge Emulsion DAHANA) sehingga pesan lagi. DAHANA bersaing dengan produk sejenis dari negara tetangga, tapi DAHANA mampu melampui produk mereka dengan peformance yang lebih baik,” ujar Benny.

Kepercayaan konsumen luar negeri ini semakin memperkokoh eksistensi DAHANA di Australia yang merupakan salah satu kiblat pertambangan, khususnya bahan peledak. Hingga saat ini, Johnex Australia telah mengimpor ratusan ton Cartridge Emulsion DAHANA untuk digunakan di area pertambangan Australia.

“Harapan kami ke depannya, pengiriman tidak hanya produk cartridge emulsion saja tetapi produk bahan peledak lainnya juga dapat eksis di Pasar Bahan Peledak Australia termasuk juga perluasan kerjasama jasa peledakan dan bantuan pemasaran untuk calon-calon konsumen pertambangan dengan basis perusahaan induk Australia yang beroperasi di Indonesia,” harap Bambang Agung.

Artikel Terkait

JAC Motors Perkuat Mobilitas Tambang dengan Kendaraan Komersial Listrik di Mining Indonesia 2026

JAC Motors Perkuat Mobilitas Tambang dengan Kendaraan Komersial Listrik di Mining Indonesia 2026

Jakarta, TAMBANG – Kebutuhan kendaraan operasional yang tangguh sekaligus efisien menjadi salah satu perhatian industri pertambangan di tengah dorongan menuju operasional yang lebih rendah emisi. Menjawab kebutuhan tersebut, JAC Motors menghadirkan solusi kendaraan komersial listrik dalam ajang Mining Indonesia 2026 yang berlangsung pada 9–12 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

By Rian Wahyuddin
Hadir di Mining Indonesia 2026, EMLI Perkenalkan Solusi Pelumasan Sintetis Canggih

Hadir di Mining Indonesia 2026, EMLI Perkenalkan Solusi Pelumasan Sintetis Canggih

Jakarta,TAMBANG,- Industri pertambangan Indonesia memasuki fase operasional yang semakin menuntut efisiensi dalam segala aspek. Mulai dari tekanan produksi, kenaikan biaya operasional, kebutuhan untuk menjaga keandalan alat berat, serta implementasi B50 mendorong pelaku tambang harus memperkuat disiplin perawatan dan mengurangi risiko downtime. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor pertambangan

By Egenius Soda
Pakar Nilai RUU Daerah Kepulauan Harus Beri Kepastian Investasi Pertambangan

Pakar Nilai RUU Daerah Kepulauan Harus Beri Kepastian Investasi Pertambangan

Jakarta, TAMBANG - Direktur Eksekutif Indonesia Mining & Energy Watch, Ferdy Hasiman menyoroti pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan yang dinilai perlu memberikan kepastian hukum bagi investasi jangka panjang, termasuk sektor pertambangan. Kepastian regulasi dianggap penting agar pengembangan sumber daya alam di wilayah kepulauan dapat berjalan seiring dengan kepentingan pembangunan

By Rian Wahyuddin