PTBA Produksi Batu Bara 6,62 Juta Ton di Kuartal I 2026

PTBA mencatat produksi batu bara sebesar 6,62 juta ton pada Kuartal I 2026, turun 22% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 8,44 juta ton.

PTBA Produksi Batu Bara 6,62 Juta Ton di Kuartal I 2026
Dokumentasi: PTBA.

Jakarta, TAMBANG – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat produksi batu bara sebesar 6,62 juta ton sepanjang Kuartal I 2026. Angka tersebut menurun 22% dibandingkan produksi pada periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 8,44 juta ton.

Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail menyebut penurunan tersebut salah satunya dipengaruhi tingginya curah hujan pada awal tahun. Meski demikian, perusahaan tetap mampu menjaga stabilitas penjualan yang solid.

“Di tengah tantangan curah hujan yang tinggi pada awal tahun, Perseroan mampu menjaga stabilitas penjualan melalui pengelolaan persediaan yang prudent, sekaligus melanjutkan disiplin efisiensi dan selective mining yang mendorong perbaikan struktur biaya,” jelas Arsal dalam keterangannya, dikutip Jumat (8/5).

Kinerja penjualan PTBA hanya turun 1% secara tahunan (year on year/YoY), meski volume produksi terkoreksi hingga 22% YoY.

Di sisi lain, meskipun harga batu bara secara year to date (YTD) mengalami perbaikan, rata-rata harga jual atau average selling price (ASP) perseroan tercatat hanya meningkat tipis sebesar 1% YoY.

“Hasilnya, Perseroan membukukan pertumbuhan laba secara tahunan yang solid, yang merupakan bukti nyata dari ketahanan operasional dan efektivitas strategi yang kami jalankan,” imbuh Arsal.

Berdasarkan dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026, PTBA menargetkan volume produksi batu bara sebesar 49,55 juta ton. Adapun volume penjualan diproyeksikan mencapai 49,51 juta ton, sedangkan volume angkutan ditargetkan sebesar 41 juta ton.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Satukan Pemimpin Ketenagalistrikan ASEAN

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Satukan Pemimpin Ketenagalistrikan ASEAN

Jakarta, TAMBANG – Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 akan kembali digelar pada 22–24 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Jakarta. Mengusung tema “Powering Regional Sovereignty, Securing Energy Systems Resilience”, kedua agenda yang digelar bersamaan ini akan mempertemukan pemerintah, regulator, perusahaan utilitas, investor, pelaku industri, hingga

By Rian Wahyuddin
Energy Week 2026 Soroti Peran Kolaborasi dalam Membangun Ekosistem Industri Masa Depan

Energy Week 2026 Soroti Peran Kolaborasi dalam Membangun Ekosistem Industri Masa Depan

Jakarta, TAMBANG - Kolaborasi lintas sektor dinilai semakin penting dalam membangun ekosistem industri energi masa depan. Perkembangan teknologi, diversifikasi sumber energi, hingga meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur digital membuat batas antarsektor industri semakin terbuka. Kondisi tersebut tercermin dalam penyelenggaraan IEE Series – Energy Week 2026 yang mempertemukan pelaku industri energi, teknologi, manufaktur, dan

By Rian Wahyuddin