PTBA Produksi Batu Bara 19,4 Juta Sepanjang Semester I 2026

PTBA Produksi Batu Bara 19,4 Juta Sepanjang Semester I 2026
Ilustrasi.

Jakarta, TAMBANG – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memproduksi batu bara sebesar 19,4 juta metrik ton sepanjang semester I tahun 2026. Capaian ini menurun 10% dibanding dengan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencapai 21,7 juta metrik ton.

Penurunan juga terjadi pada volume penjualan yang hanya mencapai 21,09 juta metrik ton. Angka tersebut turun sebesar 2% dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai 21,6 juta metrik ton.

Adapun target produksi PTBA pada tahun 2026 mencapai 49,55 juta metrik ton dan volume penjualan sebesar 49,51 juta metrik ton.

Peningkatan justru terjadi pada segmen pendapatan yakni sebesar Rp22,03 triliun sampai dengan akhir Juni 2026, atau naik sebesar 8% secara YoY. Meskipun volume penjualan turun 2% YoY, namun Newcastle Index naik 25% YoY dan ICI-3 naik 15% YoY, yang turut mendorong penguatan harga jual rata-rata yang tercatat naik 10% YoY.

Adapun untuk porsi penjualan sampai dengan akhir Juni 2026 ini, penjualan domestik tercatat sebesar 51%, sedangkan sisanya 49% merupakan ekspor. Pada akhir periode ini, lima negara tujuan ekspor terbesar ditempati oleh Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand.

Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan mengatakan bahwa memasuki periode dengan kondisi operasional yang lebih kondusif, Perseroan berhasil mendorong pemulihan kinerja produksi sekaligus memperkuat kinerja penjualan ekspor, baik secara kuartalan maupun tahunan.

“Di tengah momentum penguatan harga batu bara global, Perseroan mampu mengoptimalkan peluang pasar melalui strategi penjualan yang adaptif, yang didukung oleh pelaksanaan program efisiensi secara cermat dan tepat sasaran,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (3/9).

“Capaian tersebut mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menangkap momentum pasar secara optimal, dengan tetap menjaga disiplin operasional dan efisiensi biaya sebagai fondasi pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Artikel Terkait

Energy Week 2026 Soroti Peran Kolaborasi dalam Membangun Ekosistem Industri Masa Depan

Energy Week 2026 Soroti Peran Kolaborasi dalam Membangun Ekosistem Industri Masa Depan

Jakarta, TAMBANG - Kolaborasi lintas sektor dinilai semakin penting dalam membangun ekosistem industri energi masa depan. Perkembangan teknologi, diversifikasi sumber energi, hingga meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur digital membuat batas antarsektor industri semakin terbuka. Kondisi tersebut tercermin dalam penyelenggaraan IEE Series – Energy Week 2026 yang mempertemukan pelaku industri energi, teknologi, manufaktur, dan

By Rian Wahyuddin
Hingga Juli 2026, Samindo Resources  Sukses Catat Overburden Removal Sebesar 21,01 Juta BCM

Hingga Juli 2026, Samindo Resources Sukses Catat Overburden Removal Sebesar 21,01 Juta BCM

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan jasa pertambangan, PT Samindo Resources Tbk (MYOH) sukses mencatat akselerasi kinerja operasional yang solid hingga memasuki paruh kedua tahun 2026. Penguatan operasional ini ditopang oleh kinerja positif pada seluruh lini jasa pertambangan utama Perseroan, mulai dari pemindahan batuan penutup (overburden removal), produksi batubara (coal getting), hingga pengangkutan

By Egenius Soda