Produksi Batu Bara UNTR 2016 Turun Hingga 10%.

Sentul – TAMBANG. Produksi batu bara oleh kontraktor tambang PT United Tractor Tbk (UNTR) yaitu PT Pamapersada Nusantara (Pama) pada tahun 2015 turun 3%-4%, dan untuk tahun 2016 diperkirakan turun 5%-10% dari tahun 2015.   Untuk penjualan batu bara dari konsesi milik UNTR, diproyeksikan tahun ini penjualannya berada di 4,6 juta ton, sedangkan tahun depan ditargetkan sekitar 6 juta ton.   Dari 9 konsesi tambang yang dimiliki, 4 diantaranya sudah produksi dan dipertahankan di level minimum.   “Karena mepet dengan harga jual, jadi konsentrasi di tambang yang menghasilkan,” ujar Sekretaris Perusahaan UNTR, Sara K. Loebis di acara workshop wartawan industri dan otomotif, jum’at (4/11).   Selain itu perseroan juga melakukan trading batu bara. Dengan membeli batu bara dari perusahaan lain, dicampur lalu di jual ke perusahaan pembangkit listrik di Jepang.   Walaupun begitu, layanan purna jual perseroan diprediksi tumbuh 6%-8%. “Walaupun komoditi sedang tertekan, bisnis kami tidak berhenti sama sekali. Meski tambang lesu, produksi batu bara masih perlu support dari kami,” ujar Sara.   Akibat dari penurunan harga batu bara, penjualan alat berat perseroan pun mengalami penurunan. Komatsu, merk dagang alat berat PT United Tractor (UNTR) memproyeksikan penjualannya tahun 2015 berada di kisaran 2100 unit.

Artikel Terkait

United Tractors Borong 5 Penghargaan Eco-Tech Pioneer and Sustainability Awards 2026

United Tractors Borong 5 Penghargaan Eco-Tech Pioneer and Sustainability Awards 2026

Jakarta, TAMBANG - PT United Tractors Tbk (UT) menerima 5 penghargaan dalam ajang Eco-Tech Pioneer and Sustainability Awards (EPSA) 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro di Semarang, Jawa Tengah. Penghargaan ini diberikan atas berbagai inisiatif UT dalam mendorong inovasi, menjaga lingkungan, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat. Adapun lima penghargaan yang

By Rian Wahyuddin
ASPEBINDO Dorong Kolaborasi Percepat Pengembangan Bioenergi di Indonesia

ASPEBINDO Dorong Kolaborasi Percepat Pengembangan Bioenergi di Indonesia

Jakarta, TAMBANG – Asosiasi Pengusaha Batubara dan Energi Indonesia (ASPEBINDO) mendorong penguatan jejaring dan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pengembangan bioenergi di Indonesia. Upaya tersebut menjadi salah satu fokus yang mengemuka dalam Bioenergy Summit 2026 yang digelar ASPEBINDO, Rabu (26/8). Ketua Umum ASPEBINDO, Anggawira mengatakan, pengembangan energi terbarukan membutuhkan sinergi

By Rian Wahyuddin