PPA Raih Gold WISCA 2026, Perkuat Budaya K3 sebagai Investasi Jangka Panjang

PT Putra Perkasa Abadi (PPA) kembali menegaskan komitmennya terhadap implementasi budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui raihan penghargaan bergengsi pada ajang WSO Indonesia Safety Culture Award (WISCA) 2026.

PPA Raih Gold WISCA 2026, Perkuat Budaya K3 sebagai Investasi Jangka Panjang
dok. Putra Perkasa Abadi

PT Putra Perkasa Abadi (PPA) kembali menegaskan komitmennya terhadap implementasi budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui raihan penghargaan bergengsi pada ajang WSO Indonesia Safety Culture Award (WISCA) 2026. Dalam agenda yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, perusahaan kontraktor pertambangan tersebut sukses membawa pulang penghargaan Gold Level 4 untuk implementasi safety culture serta penghargaan Top Emergency Response Team.

Capaian tersebut memperpanjang rekam jejak PPA dalam penguatan budaya keselamatan kerja di sektor pertambangan nasional. Sebelumnya, perusahaan juga tercatat meraih penghargaan serupa pada WISCA 2023 dan WISCA 2024.

Bagi PPA, penerapan K3 tidak lagi diposisikan sekadar sebagai kewajiban regulatif, melainkan telah menjadi fondasi utama dalam operasional perusahaan. Melalui pendekatan “Safe & Strong Operational Performance”, budaya keselamatan diinternalisasi ke seluruh lini kerja, mulai dari level manajemen hingga operasional lapangan.

Presiden Direktur PPA, Joko Triraharjo menerima penghargaan dok. PPA

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur PPA, Dr. Joko Triraharjo, turut menerima penghargaan WSO Concerned CEO – Top Leadership. Penghargaan tersebut diberikan kepada pimpinan perusahaan yang dinilai memiliki kontribusi signifikan dalam pengembangan budaya keselamatan kerja di Indonesia.

Dalam sesi CEO Talks yang menjadi bagian dari rangkaian acara WISCA 2026, Joko menekankan bahwa keselamatan kerja merupakan investasi perusahaan yang tidak memiliki batas anggaran. Menurutnya, percepatan pencapaian target keselamatan di area operasional hanya dapat diwujudkan melalui komitmen penuh manajemen, dukungan pemegang saham, budaya kerja sehat, hingga sistem evaluasi yang terus berkembang.

Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun safety culture yang berkelanjutan, termasuk pekerja dan mitra kerja perusahaan. Pendekatan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga konsistensi performa keselamatan di lingkungan operasional PPA.

Direktur Operasiona & Corcom, R Teguh Sapto Subroto (kanan) dok. PPA

Ajang WISCA 2026 sendiri menjadi momentum apresiasi terhadap perusahaan-perusahaan yang dinilai berhasil mengimplementasikan budaya keselamatan kerja secara konsisten di berbagai sektor industri. Tahun ini, puluhan perusahaan dari sektor pertambangan, energi, konstruksi, hingga migas turut menerima penghargaan serupa dari World Safety Organization (WSO) Indonesia.

Kementerian Ketenagakerjaan RI dalam forum tersebut juga menekankan bahwa penguatan sistem kerja dan budaya keselamatan menjadi elemen penting dalam mendukung terciptanya ekosistem industri nasional yang lebih tangguh menuju Indonesia Emas 2045.

Melalui pencapaian ini, PPA menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat integrasi budaya K3 di seluruh wilayah operasional perusahaan. Fokus tersebut tidak hanya diarahkan pada kepatuhan operasional, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan terhadap pekerja serta keberlanjutan bisnis pertambangan nasional.

Artikel Terkait

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Terkait Rencana Kenaikan Royalti, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Kepastian Hukum Di Sektor Minerba

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengusulkan penyesuaian tarif royalti. Rencana ini menyasar sejumlah komoditas mineral strategis seperti emas, tembaga, timah, hingga nikel beserta produk hilirisasinya. “Kebijakan ini pada dasarnya dapat dipahami sebagai upaya negara meningkatkan penerimaan di tengah dinamika harga komoditas global.

By Egenius Soda