Meningkatkan Efisiensi Industri Plastik di Tengah Lonjakan Biaya Operasional

Meningkatkan Efisiensi Industri Plastik di Tengah Lonjakan Biaya Operasional
Istimewa.

Jakarta, TAMBANG – Industri plastik dan kemasan nasional tengah menghadapi tekanan biaya produksi akibat disrupsi rantai pasok global dan tingginya ketergantungan terhadap impor bahan baku. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan impor plastik dan turunannya mencapai sekitar USD 2,55 miliar sepanjang kuartal pertama, sebagian besarnya berupa bahan baku.

Data Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia terkini mengalami kenaikan, menandakan stabilisasi kondisi operasional setelah sebelumnya mengalami kontraksi. Namun, tekanan terhadap industri tetap tinggi, seiring lonjakan inflasi, hingga disrupsi rantai pasok global yang terus menekan efisiensi dan stabilitas produksi.

Menanggapi tantangan tersebut, PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI) mendorong efisiensi operasional melalui penerapan pelumasan sintetis dan layanan terintegrasi untuk menjaga keandalan peralatan dan daya saing industri. Optimalisasi sistem pelumasan menjadi semakin penting dalam meningkatkan performa mesin dan memastikan stabilitas operasional.

“Upaya efisiensi operasional menjadi salah satu fokus yang dapat langsung dikendalikan para pelaku industri. Salah satu upaya efisiensi operasional ini dapat dilakukan melalui optimalisasi pelumasan sintetis, hal ini menjadi langkah strategis dan nyata untuk meningkatkan keandalan peralatan produksi, menekan downtime, meningkatkan efisiensi energi, menjaga stabilitas produksi, serta mengendalikan operasional secara lebih konsisten,” ujar Presiden Direktur PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI), Syah Reza dalam keterangannya, dikutip Jumat (12/6).

Pelumas sintetis menawarkan stabilitas yang lebih baik dibandingkan dengan pelumas konvensional untuk mendukung kinerja mesin dalam jangka panjang. Dengan lebih dari 60% kegagalan mesin berasal dari praktik pelumasan yang tidak tepat, kebutuhan akan sistem pelumasan yang efektif menjadi krusial dalam menjaga keandalan operasional dan mendukung pencapaian target bisnis.

Kondisi ini memberikan tekanan besar bagi tim pemeliharaan untuk memastikan mesin tetap beroperasi optimal, sekaligus mendukung pencapaian target bisnis perusahaan melalui penerapan sistem pelumasan yang efektif. Penggunaan pelumas sintetis menawarkan empat manfaat utama nyata yang diantaranya adalah:

●        Dampak terhadap biaya: Mengurangi penurunan suhu operasional hingga 8,3 °C, yang membantu memperpanjang usia pakai pelumas hingga dua kali lipat.

●        Efisiensi energi: Mengurangi konsumsi energi hingga 10%, sekaligus membantu memperpanjang usia pakai peralatan.

●        Peningkatan produktivitas tim: Meningkatkan keandalan peralatan, mengurangi limbah dan menurunkan paparan Human-Machine Interface (HMI) hingga puluhan ribu jam, sehingga tim dapat bekerja lebih aman.

Dalam upaya mengoptimalkan kinerja produk, EMLI juga memiliki layanan terintegrasi dan dukungan tim ahli kelas dunia di Indonesia untuk meningkatkan keandalan dan efisiensi operasional, seperti MACHINEXT, dan layanan MobilSM Lubricant Analysis (MLA) yang menyediakan pemantauan serta analisis pelumas dan grease secara akurat untuk mendukung keandalan dan produktivitas operasional.

Optimalisasi penggunaan pelumas yang didukung oleh sistem pemantauan dan manajemen yang tepat akan menjadi faktor penting dalam menjaga efisiensi biaya dan stabilitas produksi di masa depan. Melalui integrasi solusi layanan MACHINEXT dan MLA, pelaku industri dapat memastikan performa operasional yang lebih konsisten sekaligus memperkuat daya saing jangka panjang.