TIMAH Gandeng Perminas Hilirisasi Logam Tanah Jarang dari Mineral Ikutan

PT Timah Tbk (TIMAH) menggandeng PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) untuk mengembangkan hilirisasi logam tanah jarang dari mineral ikutan timah.

TIMAH Gandeng Perminas Hilirisasi Logam Tanah Jarang dari Mineral Ikutan
Vice President Director PT Timah Tbk (TIMAH), Harry Budi Sidharta. Dok: Rian/TAMBANG.

Jakarta, TAMBANG – PT Timah Tbk (TIMAH) menjajaki kerja sama dengan PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) untuk mengembangkan hilirisasi logam tanah jarang (rare earth element/REE) yang terkandung dalam mineral ikutan hasil penambangan timah.

Vice President Director PT Timah Tbk (TIMAH), Harry Budi Sidharta, mengatakan kedua pihak telah melakukan serangkaian pembahasan dan menyepakati kerangka kerja sama untuk pengembangan hilirisasi logam tanah jarang.

“Dengan Perminas ini kita sudah banyak diskusi. Kita berdua sudah ada kerangka kerja sama. Kita sudah setuju. Pada prinsipnya kita melihat bahwa yang memperoleh mandat untuk hilirisasi terhadap logam tanah jarang itu Perminas,” ujar Herry di Jakarta, dikutip Jumat (12/6).

Menurut dia, kerja sama tersebut dibangun dengan mempertimbangkan peran masing-masing pihak. TIMAH sebagai pemegang izin usaha pertambangan (IUP) memiliki sumber daya mineral, sementara Perminas mendapat mandat untuk mengembangkan hilirisasi logam tanah jarang.

“Namanya IUP, kemudian mineralnya ada di TIMAH. Jadi mungkin kerangkanya nanti adalah Perminas akan mencari mitra teknologi. Kemudian berpartner dengan penyedia teknologi untuk melakukan pengolahan dan pemurnian,” jelasnya.

Herry mengungkapkan, dalam skema yang tengah disiapkan, seluruh mineral tanah jarang yang dihasilkan TIMAH akan diproses dan dimurnikan oleh Perminas. Setelah proses tersebut selesai, hasil pemurnian akan dikembalikan kepada TIMAH untuk kemudian dikomersialisasikan.

“Semua nanti mineral tambang kita yang tanah jarang akan dimurnikan di Perminas. Nanti hasilnya akan dikembalikan ke TIMAH. Sementara seperti itu konsepnya,” kata Herry.

Ia menambahkan, TIMAH akan membayar jasa pengolahan kepada Perminas. Selanjutnya, produk logam tanah jarang yang telah dimurnikan akan dipasarkan untuk kebutuhan industri.

“Jadi nanti kita istilahnya membayar pengolahannya. Kemudian hasilnya kembali ke kita, baru mineral ini akan kita komersialisasi. Kemungkinan besar komersialisasinya juga ke Perminas,” ujarnya.