PLTU Paiton Urusi Hiu Paus yang Terperangkap

Probolinggo - TAMBANG. Pengelola PLTU Paiton beberapa hari ini disibukkan dengan urusan penyelamatan seekor hiu paus yang terperangkap di saluran airnya. Meski belum dapat teratasi, namun insiden ini diklaim tidak mengganggu operasional pembangkitan listrik.

“Kami telah membentuk tim dan saat ini sedang berusaha untuk mengembalikan hiu itu ke laut,” kata Devi Rahmawati, Manajer Humas PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), Minggu (08/02).

Spesies Rhincodon thypus yang termasuk dalam dafar satwa yang dilindungi sesuai Keputusan Meteri Kelautan dan Perikanan No. 18/2013 itu diperkirakan sudah terperangkap di kanal sejak Senin (2/2). Hiu paus seberat 6 ton tersebut diduga terpisah dari kawanannya dan terjebak dalam kanal PLTU Paiton, saat sedang dalam perjalanan mencari makanan.

Memang, perairan Laut Jawa di utara Probolinggo dikenal sebagai kawasan sebaran hiu paus. Kawanan satwa besar pemakan plankton itu biasa bermigrasi dari kawasan Indonesia Timur menuju ke Barat, di sekitar perairan Surabaya.

Hingga saat ini, manajemen PLTU Paiton masih terus mengupayakan pengembalian hiu paus tersebut ke lautan lepas. Koordinasi pun telah dilakukan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta pihak TNI dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) perlindungan satwa.

Bahkan hari ini, Senin (9/2), sebuah rapat koordinasi khusus digelar di Paiton untuk secara terperinci membahas evakuasi satwa itu. Menurut Devi, rapat persiapan ini diperlukan agar tidak membahayakan keselamatan satwa maupun tim penyelamat, mengingat derasnya arus di kanal PLTU Paiton.

Meski sudah seminggu direpotkan dengan insiden ini, aktivitas pembangkitan listrik di PLTU Paiton dipastikan tidak mengalami gangguan sama sekali.

“Semua operasional di PLTU Paiton masih berjalan normal, juga tidak mengganggu distribusi listrik,” tambah Devi.

Sementara itu, aktivis Jakarta Animal Aid Network bernama Amang Raga menyesalkan kejadian ini. Ia menyebut bahwa upaya pencegahan harus dilakukan agar kejadian ini tak berulang.

"Mungkin bisa dengan memasang penyaring atau filter di jalur keluar masuk sanitasi. Karena biasanya dia masuk karena menemukan aliran air hangat di kanal sanitasi pendingin PLTU itu," jelas Amang.

Artikel Terkait

Maknai Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Infrastruktur Energi

Maknai Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Infrastruktur Energi

Jakarta,TAMBANG,- Memaknai Hari Pelanggan Nasional 2026, PT Pertamina Gas (Pertagas), meneguhkan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas layanan dan keandalan infrastruktur energi. Hal ini semakin penting di tengah kebutuhan pelanggan yang semakin dinamis. Komitmen dari Subholding Gas Pertamina diantaranta tercermin dari Customer Satisfaction Index (CSI) Pertagas tahun 2026 yang mencapai

By Egenius Soda
Agincourt Resources Kembali Gelar OlympiAR 2026, Kompetisi Geosains Nasional bagi Mahasiswa

Agincourt Resources Kembali Gelar OlympiAR 2026, Kompetisi Geosains Nasional bagi Mahasiswa

Jakarta,TAMBANG,- Pengelola Tambang Emas Martabe, PT Agincourt Resources (PTAR) bersama Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) kembali menyelenggarakan Olympiade Agincourt Resources (OlympiAR) 2026. Pembukaan ajang dua tahunan ini dilaksanakan di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Jumat (4/9). Pembukaan OlympiAR 2026 dihadiri sekitar 500 mahasiswa dari berbagai universitas. Tahun ini

By Egenius Soda