Pipa Gas Arun Belawan Beroperasi, PLN Hemat Rp 8 Miliar per Hari

Pipa Gas Arun Belawan Beroperasi, PLN Hemat Rp 8 Miliar per Hari

Medan-TAMBANG. Penyaluran pasokan gas dari kilang Arun ke Belawan dengan kapasitas maksimal 300 juta kaki kubik per hari akan memberikan pasokan gas yang memadai bagi pembangkit listrik Belawan milik PT PLN (Persero). Dengan begitu, PLN bisa hemat hingga Rp 8,8 miliar per hari.

Hal tersebut bisa terjadi lantaran harga gas lebih murah dibandingkan bahan bakar minyak jenis solar yang selama ini digunakan pada sejumlah pembangkit tenaga listrik di Medan. "Bisa kami laporkan kebutuhan gas di Belawan ini 105 BPTUD. Jadi kalau harga BBM itu sekitar US$ 25 per million metric british thermal unit (MMBTU) sementara harga gas itu US$ 17,5 MMBTU, maka penghematan bisa mencapai Rp 8,8 miliar per hari," ungkap Kepala Divisi Gas dan BBM PLN, Suryadi Mardjoeki di Belawan, Medan, Kamis (11/12).

Ia mengatakan, penghematan tersebut berasal dari pengalihan bahan bakar minyak ke gas. Tahun depan PLN akan mulai mendapat pasokan gas dari pipa tersebut sehingga bisa memenuhi kebutuhan listrik konsumen di Belawan. Dirinya juga mengaku telah melakukan survei ke kilang Arun.

"Semuanya akan selesai Januari 2015, mereka sudah bisa mengedarkan LNG nya. kalau tidak kami arahkan lewat Bontang ya lewat Tangguh," terangnya.

Hal ini mendapat apresiasi dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said. Ia mengaku sangat mendukung program diversifikasi energi semacam ini. Menurutnya, penghematan PLN juga dapat menguntungkan masyarakat.

"Kalau biaya produksinya lebih kecil kan tarif pokok listrik juga bisa turun. Ini kan masyarakat juga yang untung," jelasnya.

Artikel Terkait

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda