Pihak Asing Paksakan Gelar RUPSLB Berau

Pihak Asing Paksakan Gelar RUPSLB Berau

Jakarta - TAMBANG. Sebuah surat mendadak dilayangkan atas nama Direksi PT Berau Coal Energy, Tbk kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (30/4). Isinya berkaitan dengan sebuah pertemuan kontroversial yang tetap digelar di Sampoerna Strategic Square, Jakarta, meskipun telah ada pengumuman resmi pembatalan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa.

Sekretaris Perusahaan, Ari Ahmad Effendi, mengelak bahwa gelaran pertemuan para pemegang saham tersebut adalah inisiatif pihak direksi yang sah. Perusahaan justru sudah menempuh segala prosedur penundaan RUPSLB, sesuai konsultasi dengan otoritas bursa. Selain surat-surat resmi, iklan di harian nasional pun sudah dibuat untuk mengumumkan penundaan RUPSLB yang sedianya dihelat 30 April 2014 ini.

"Pada hari ini kami baru mengetahui bahwa ada pemaksaan pelaksahaan RUPSLB melalui pengumuman surat kabar yang dibuat oleh Keith John Downham dan Paul Jeremy Martin Fenby," tulis Ari.

Kedua warga negara asing tersebut diakuinya telah tertangkap tangan oleh tim penindakan imigrasi, dan pengangkatannya sebagai direktur telah dibatalkan. Perihal itu pun sebelumnya telah dilaporkan secara tertulis kepada otoritas bursa.

Ari juga memberi penjelasan bahwa keduanya kini telah dinyatakan melakukan pelanggaran hukum, setelah melalui proses penyidikan. Karenanya, Berau pun tak mengakui keabsahan tindakan keduanya yang mengatasnamakan perusahaan.

"Berdasarkan hal-hal yang telah kami kemukakan di atas, maka pelaksanaan RUPSLB oleh Keith John Downham dan Paul Jeremy Martin Fenby, yang mengatasnamakan perseroan, adalah suatu perbuatan melawan hukum dan tidak sah," tegas Ari.

Sampai siang ini, rapat kontroversial tersebut berlangsung secara tertutup, dengan penjagaan keamanan ekstra ketat. Perwakilan Serikat Pekerja Berau Coal yang datang ke lokasi untuk menentang pelaksanaan RUPSLB pun tidak diperkenankan masuk.

Bila mengacu pada undangan RUPSLB yang semula ditandatangani Keith Downham, pada 8 April 2015, ada 5 pokok agenda yang akan dibahas.

Pertama adalah soal persetujuan penjaminan aset perusahaan dan anak usahanya, terkait restrukturisasi utang.

Kedua, soal pengangkatan Wallace King sebagai Komisaris.

Ketiga, soal perubahan susunan dewan komisaris dan pengangkatan Mangantar Marpaung sebagai Presiden Komisaris, menggantikan Bob Kamandanu yang menggundurkan diri.

Keempat, soal pelunasan dan pembebasan tanggung jawab Bob Kamandanu dari jabatan Presiden Komisaris, serta Amir Sambodo dari jabatan Direktur Utama.

Terakhir, soal perubahan susunan direksi, dan pengangkatan Hamish Tyrwhitt sebagai Direktur Utama menggantikan Amir Sambodo. Dalam susunan direksi terbaru yang sedianya akan disahkan itu, nama Keith Downham dan Paul Fenby tercantum sebagai Direktur, bersama Arief Wiedhartono sebagai Direktur Independen.

Artikel Terkait

Parama Energi dan SOS Children’s Villages Perkuat Akses Pendidikan Anak di Meulaboh Aceh

Parama Energi dan SOS Children’s Villages Perkuat Akses Pendidikan Anak di Meulaboh Aceh

Jakarta, TAMBANG - PT Prima Wiguna Parama (Parama Energi) meyakini bahwa investasi terbaik bagi masa depan industri energi dan pertambangan tidak hanya dibangun melalui mesin dan infrastruktur, tetapi juga melalui pendidikan tinggi untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas. Semangat inilah yang mendorong Parama Energi memperkuat akses pendidikan serta pengembangan kapasitas

By Rian Wahyuddin
Ceria Corp Kibarkan Merah Putih di Puncak Mekongga, Rayakan Kemerdekaan dari Ketinggian 2.620 Mdpl

Ceria Corp Kibarkan Merah Putih di Puncak Mekongga, Rayakan Kemerdekaan dari Ketinggian 2.620 Mdpl

Jakarta, TAMBANG - Setelah menempuh perjalanan panjang melalui medan pegunungan yang menantang, rombongan Ceria Corp akhirnya menjejakkan kaki di Puncak Gunung Mekongga. Tepat pada 17 Agustus 2026, Merah Putih berkibar di ketinggian 2.620 meter di atas permukaan laut (MDPL), menjadi penanda keberhasilan Ekspedisi Gunung Mekongga sekaligus menghadirkan makna tersendiri dalam

By Rian Wahyuddin