Pertamina Tambah Pasokan Avtur Di 12 Embarkasi Haji

Pertamina Tambah Pasokan Avtur Di 12 Embarkasi Haji
Jakarta, TAMBANG – Demi menjaga kelancaran pemberangkatan haji, PT Pertamina menambah pasokan Avtur di 12 titik embarkasi. Diketahui, jamaah haji asal Indonesia sudah mulai berangkat pada hari ini, (17/7).   “Penyaluran Avtur selama musim haji akan diberikan perhatian khusus, agar masyarakat yang ingin berangkat ke tanah suci dapat terbang dengan lancar, aman dan nyaman,” ujar VP Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito melalui siaran resminya, Selasa (17/7).   Adapun 12 embarkasi haji yang menjadi titik penyaluran Avtur, di antaranya: Bandara Kuala Namu Medan Sumatera Utara (KNO), Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (PLM),Bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng (CGK), Bandara Juanda Surabaya ( SUB), Bandara Hasanudin Makassar (UPG), Bandara Sepinggan Balikpapan (BPN), Bandara Minangkabau, Padang (PDG), Bandara Hang Nadim, Batam (BTH), Bandara Solo, Adi Soemarmo (SOC), Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin (BDJ), Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh (BTJ), dan Bandara Lombok Praya, Lombok (LOP).   Rata-rata tambahan penyaluran Avtur harian nasional pada bulan Juli sebesar 8,5 persen, dari 15 ribu KL per hari, menjadi sekitar 16.900 KL per hari.   Soal rencana penambahan  juga pada bulan Agustus sebesar 6 persen dari rata-rata penyaluran Avtur harian nasional menjadi 16.500 KL per hari. Sedangkan pada bulan September, peningkatannya sebesar 4,8 persen menjadi 16 ribu KL per hari.   Sebagai informasi, demi mendukung kelancaran ibadah haji, Pertamina juga membuka pengaduan layanan 24 jam bagi masyarakat yang ingin menyampaikan saran maupun keluhan melalui contact center Pertamina.

Artikel Terkait

SDM Unggul Jadi Kunci Hilirisasi dan Masa Depan Industri Minerba Menuju Indonesia Emas 2045

SDM Unggul Jadi Kunci Hilirisasi dan Masa Depan Industri Minerba Menuju Indonesia Emas 2045

Yogyakarta, TAMBANG – Penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci utama dalam mendorong transformasi industri mineral dan batubara (minerba) menuju Indonesia Emas 2045. Hilirisasi, digitalisasi, transisi energi, dan tuntutan keberlanjutan membutuhkan tenaga profesional dengan kompetensi yang semakin beragam. Hal tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk “Mempersiapkan SDM Unggul, Inovatif,

By Rian Wahyuddin