Pertamina Resmikan Pengapalan Perdana dan Suplai Produk Orthoxylene

Pertamina Resmikan Pengapalan Perdana dan Suplai Produk Orthoxylene
Jakarta,TAMBANG,-Produk Orthoxylene yang diproduksi oleh kilang PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban Jawa Timur hari ini resmi disalurkan. Penyaluran produk dari kilang dengan kapasitas produksi 50.000 ton/tahun itu dilakukan guna memenuhi arahan pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian agar fokus pada pengembangan portofolio produk petrokimia dengan menyediakan bahan baku dasar salah satunya produk Orthoxylene. Pemenuhan ini juga sejalan dengan komitmen Pertamina sebagai perusahaan energi nasional mengacu visi internal perusahaan melalui Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional dan representasi Subholding Commercial & Trading PT Pertamina Petrochemical Trading. Orthoxylene adalah produk derivatif petrokimia yang memiliki prospek keuntungan dan keberlanjutan yang cukup menjanjikan. Produk orthoxylene merupakan produk sampingan dari unit 211 fractionati tanpa mengurangi produk Paraxylene dan memiliki valuable sama dan sustainable produk dengan demand 30000-40000 mton/tahun pada tahap 1. Disampaikan Direktur Operasi PT Kilang Pertamina Internasional Didik Bahagia, perluasan improvement dalam segi produksi tanpa meninggalkan quality memberikan dorongan kuat bagi margin dan eksistensi PT KPI dalam industri pertrokimia tersebut sesuai dengan visi misi perusahaan. “Ini adalah wujud komitmen PT Kilang Pertamina Internasional dan PT Pertamina Patra Niaga sebagai bagian dari entitas Bisnis Pertamina untuk mensupport program pemerintah dalam mendukung program pengembangan industri dalam negeri dan mengurangi impor,” kata Didik. Pertamina memegang peran krusial dalam perkembangan industri petrokimia hilir di domestik, didukung kilang pengolahan minyak bumi yang sangat kuat. Selain itu, sebagai sosok sentral dalam penghasil bahan baku industri petrokimia, Pertamina dapat menjadi lokomotif ekonomi nasional yang memberikan dampak besar dalam perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, tambah Didik, menjadi pemain global dalam bersaing menghadapi tantangan bisnis saat ini, strategi yang adaptif sangatlah diperlukan. “Diantaranya adalah kemampuan dalam memproduksi berbagai valuable products seperti halnya Orthoxylene, Smooth Fluid, Brizone, BTX, Propylene dan sebagainya”, ujar Didik. Didik menilai, melalui berbagai inisiatif yang dilakukan tersebut akan meningkatkan fleksibilitas perusahaan ke depan dalam memilih dan memproduksi valuable products yang dapat memberikan nilai terbaik bagi perusahaan pada periode tertentu. “Kelincahan inilah yang diharapkan perusahaan agar terus survive menghadapi uncertainty business saat ini,” tutupnya. Hal senada disampaikan Direktur Jendral Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian, Ignatius Warsito. Kata Warsito produksi Orthoxylene domestik ini akan mengurangi ketergantungan bahan baku impor, membantu neraca perdagangan Indonesia sekaligus mengamankan rantai pohon industri petrokimia. “Untuk itu saya ingin mengucapkan apresiasi sebesar-besarnya kepada PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) yang telah berhasil menjawab permasalahan pasokan bahan baku industri petrokimia domestik dengan mengaktifkan kembali produksi Orthoxylene nasional,” ujarnya. Momen Seremonial Produksi dan Lifting Perdana Produk Orthoxylene (OX) berlangsung di Surabaya (26/6) dengan dihadiri juga oleh Komisarus Utama Sekaligus mewakili CEO PT Petrowidada, Bindra Setya Utama, Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga, Oos Kosasih, Direktur Utama PT Pertamina Petrochemical Trading Deni Febrianto dan Presiden Direktur and CEO PT TPPI, Erwin Widiarta. Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengatakan bisnis petrokimia merupakan bisnis masa depan dan Pertamina akan terus melakukan hilirisasi minyak menjadi produk petrokimia. “Pertamina akan terus melakukan inovasi dalam pengembangan produk petrokimia sebagai program hilirisasi crude to chemical, sejalan dengan proyek RDMP atau modernisasi kilang yang tengah berjalan,”ujar Fadjar. Pertamina sebagai pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina

Artikel Terkait

Minerba Convex 2026 Resmi Dibuka, Dorong Hilirisasi Berkeadilan dan Manfaat Tambang untuk Daerah

Minerba Convex 2026 Resmi Dibuka, Dorong Hilirisasi Berkeadilan dan Manfaat Tambang untuk Daerah

Jakarta, Senin, 2 November 2026 – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia resmi membuka pagelaran Minerba Convex 2026 di JIExpo, Kemayoran Jakarta, Senin (2/10). Dalam kesempatan tersebut, Menko Bahlil menegaskan bahwa hilirisasi harus dijalankan dengan prinsip keadilan. Menurutnya, hilirisasi tidak

By Rian Wahyuddin
Lima Bulan Dampingi Pengobatan Kasmari hingga ke Jakarta, NHM Peduli Hadir untuk Warga Lingkar Tambang

Lima Bulan Dampingi Pengobatan Kasmari hingga ke Jakarta, NHM Peduli Hadir untuk Warga Lingkar Tambang

Jakarta, TAMBANG - Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat terus diwujudkan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui program NHM Peduli. Salah satunya dengan memberikan pendampingan kepada Kasmari (63 tahun), seorang petani yang tinggal di Desa Beringin Agung, Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara, yang saat ini tengah menjalani pengobatan limfoma non-Hodgkin. Penyakit

By Rian Wahyuddin
Hingga Kuartal III Tahun ini, MYOH Sukses Catat Kinerja Positif di Semua Lini

Hingga Kuartal III Tahun ini, MYOH Sukses Catat Kinerja Positif di Semua Lini

Jakarta,TAMBANG,- Kinerja moncer berhasil dibukukan perusahaan kontraktor tambang, PT Samindo Resources Tbk (“Perseroan”). Emiten berkode MYOH ini berhasil membukukan akselerasi kinerja operasional dan lonjakan profitabilitas yang solid sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026. Penguatan ini ditopang oleh pertumbuhan produktivitas pada seluruh lini jasa pertambangan utama Perseroan. Perusahaan mencatat kinerja

By Egenius Soda
Ditjen Minerba: 2.587 UMKM Binaan Perusahaan Tambang, PPM Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah

Ditjen Minerba: 2.587 UMKM Binaan Perusahaan Tambang, PPM Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah

Jakarta, TAMBANG – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong penguatan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) agar manfaat kegiatan pertambangan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat di sekitar wilayah operasi. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan keberhasilan sektor

By Rian Wahyuddin