Pertamina EP Kejar Produksi Jatibarang Field Sebesar 5.893 BOPD

Pertamina EP Kejar Produksi Jatibarang Field Sebesar 5.893 BOPD
ilustrasi
Jakarta,TAMBAN – Anak usaha PT Pertamina (Persero) yang bergerak di sektor hulu PT Pertamina EP berupaya tingkatkan produksi minyak dan gas nasional melalui beberapa strategi dan program. Salah satunya melalui optimalisasi produksi Jatibarang Field.   Perusahaan yang merupakan kontraktor kontrak kerja sama di bawah supervisi dan koordinasi SKKMIGAS ini mengejar target produksi Jatibarang Field sebesar 5.893 BOPD. Saat ini rata-rata produksi harian Jatibarang sebesar 5.184 barrel oil per day (BOPD) minyak dan gas sebesar 42,05 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).   “Upaya-upaya optimalisasi diharapkan bisa menambah produksi Jatibarang field, dengan prognosa pencapaian rata-rata tertinggi minyak di Desember 2018 yang menembus angka 5.893 BOPD,” demikian Hermansyah Y Nasroen, Public Relation Manager Pertamina EP,  Minggu, (5/8).   Beberapa upaya dilakukan diantaranya pada semester II 2018 dilakukan pemboran dua sumur di struktur Cemara (CMS-XXI). Kegiatan tajak sumur telah dilakukan pada Juli 2018 dengan target tambahan produksi 150 BOPD. Tajak sumur juga dilakukan pada sumur-sumur Akasia Bagus (ABG)-A2. Direncanakan tajak di Oktober 2018 dengan estimasi tambahan produksi 137 BOPD. Upaya lainnya melalui program stimulasi dan fracturing. Selain itu, reaktivasi, reparasi sumur khususnya di struktur X ray,  dan melanjutkan keberhasilan dua sumur di anjungan XMA.   “Pada semester II 2018, tiga sumur akan dilakukan reaktivasi menggunakan artificial lift ESP dan dua sumur lainnya akan diproduksikan dengan metode in situ gas lift dari satu sumur gas di struktur XMA,” lanjut Hermansyah.   Untuk diketahui Jatibarang Field merupakan lapangan yang telah ada sejak 1972. Saat ini Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field mengelola 50 struktur di onshore dan satu struktur di offshore dengan total sumur penghasil minyak dan gas sebanyak 170 sumur.   Pada 2018, strategi dan upaya optimalisasi produksi Pertamina EP meliputi program sumur eksisting berupa stimulasi, reaktivasi, konversi lifting, reparasi (well intervention) dan work over. Selain program pemboran sebanyak satu sumur dan direncanakan akan dilakukan dua sumur berikutnya di semester kedua 2018, yakni di struktur Cemara (CMS) dan Akasia Bagus (ABG).   Program optimalisasi produksi yang telah berhasil direalisasikan pada semester I 2018 adalah program reaktivasi yang memberikan kontribusi terhadap optimasi produksi adalah di anjungan lepas pantai XMA. Dua sumur di anjungan tersebut XMA-8 dan XMA-9 berhasil dilakukan reaktivasi dengan pemasangan artificial lift ESP. Hingga akhir Juni 2018, kumulatif produksi dari dua sumur tersebut mencapai 20.709  BBLS.   Beberapa upaya untuk mengoptimalkan potensi produksi eksisting dilakukan dengan konversi Artificial lift. Keberhasilan konversi lifting dari Gas lift ke ESP di antaranya sumur CMT-15, Sumur JTB-172. Selain itu, konversi lifting juga dilakukan dari gas lift ke HPU pada JTB-161 juga memberikan hasil gain yang signifikan. Hal ini menjadi referensi untuk konversi sumur gas lift lainnya,   Pertamina EP juga menjalankan program stimulasi di Jatibarang Field dalam menahan laju penurunan. Program stimulasi dilakukan pada sumur-sumur yang mengalami permasalahan scalling (endapan) dan kenaikan kadar air seperti pada Struktur Akasia Besar dan Jatibarang. Untuk sumur ABG-03 mendapatkan tambahan produksi sekitar 700 BOPD.   Program reparasi dan work over, baik minyak maupun gas juga memberikan hasil yang positif, diantaranya sumur gas di Struktur Randegan dan Tugu Barat; RDG-48, RDG-50, TGB-19 menghasilkan tambahan rata-rata satu MMSCFD. Untuk sumur minyak hasil workover yang cukup memberikan hasil signifikan adalah di struktur Akasia Bagus (ABG-2 dan ABG-3) serta struktur Jatibesar (JBS-01). Saat ini kontribusi produksi dari ke tiga sumur tersebut rata – rata 537 BOPD secara sembur alam.

Artikel Terkait

Sukses Dalam Pengeboran di Sumur Semberah-206, Elnusa Perkuat Rekam Jejak Operational Excellence di Bisnis Hulu

Sukses Dalam Pengeboran di Sumur Semberah-206, Elnusa Perkuat Rekam Jejak Operational Excellence di Bisnis Hulu

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan jasa energi terintegrasi, PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA), kembali menunjukkan kapabilitas operational excellence pada layanan hulu migas. Kali ini perusahaan yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina sukses melaksanakan pengeboran Sumur Semberah-206 (SEM-20-US) milik PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS) Zona 9 di Kutai Kartanegara,

By Egenius Soda
DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI kini memiliki jajaran Komisaris dan Direksi lengkap untuk mendukung pelaksanaan mandatnya dalam tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia. Dewan Komisaris DSI dipimpin Komisaris Utama Cipung Noer, bersama Tony Wenas, Prof. Mari Elka Pangestu, dan Harold Tjiptadjaja sebagai Komisaris. Jajaran tersebut memiliki

By Rian Wahyuddin
DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI mengumumkan kesiapan operasional dalam menjalankan mandat pengelolaan ekspor komoditas strategis Indonesia. Dalam waktu sedikit lebih dari dua bulan, DSI telah membangun visibilitas analitis terhadap sekitar 6.500 deklarasi ekspor dengan nilai lebih dari USD14 miliar. DSI dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP)

By Rian Wahyuddin