Peringati Bulan K3, Ditjen Minerba Tegaskan Pentingnya Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan

Bulan K3 Minerba

Jakarta, TAMBANG – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional tahun 2025 secara daring. Pada peringatan kali ini, Ditjen Minerba menegaskan kembali pentingnya menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP).

Direktur Teknik dan Lingkungan (Dirtekling) Ditjen Minerba, Hendra Gunawan, menyatakan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) secara konsisten dan menyeluruh menjadi suatu keniscayaan. Menurutnya SMKP tidak hanya alat untuk memastikan keselamatan kerja, tetapi juga instrumen untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan operasional.

“Maka ada jaminan dari negara bagi seluruh pekerja tambang agar mereka mendapatkan pekerjaan yang layak, dimana definisi layak dapat diartikan sebagai jaminan untuk pemenuhan keselamatan dan kesehatan kerja para pekerja tambang dalam melakukan pekerjaannya,’’ ujar Hendra Gunawan, saat membuka Bulan K3 Nasional Pertambangan Mineral dan Batubara Tahun 2025 dilansir Selasa (14/1).

Hendra menuturkan bahwa pembangunan budaya keselamatan tidak hanya soal kepatuhan, tetapi juga transformasi perilaku dan pengelolaan sumber daya manusia yang unggul. Industri pertambangan adalah salah satu sektor strategis bagi pembangunan nasional, tetapi juga sektor yang memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan kerja, serta operasional.

Vale Angkat Retno Marsudi Jadi Komisaris Independen Gantikan Raden Sukhyar

“Menjadi penting bagi seluruh badan usaha subsektor minerba agar benar-benar melaksanakan pemenuhan keselamatan dan kesehatan kerja para pekerja tambang. Hal ini tidak lain bertujuan untuk meningkatkan partisipasi semua pihak dalam mewujudkan kemandirian pelaksanaan budaya K3 di setiap kegiatan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan sesuai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja 316 Tahun 2024,” jelasnya.

Data Direktorat Teknik dan Lingkungan menyebutkan bahwa terjadi tren penurunan kekerapan kecelakaan tambang atau FR dan keparahan atau SR yaitu sebesar 0,05 dan 106,62 pada 2024 . Kendati demikian Ditjen Minerba tidak menoleransi sedikitpun kecelakaan yang terjadi pada kegiatan operasional pertambangan.

Di hadapan para Kepala Teknik Tambang seluruh Indonesia, Hendra mengajak seluruh komponen untuk memperkuat kapasitas SDM di seluruh tingkatan organisasi melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi melalui pendekatan yang komprehensif, mulai dari pendidikan dan teknologi.

“Kedua adalah mengintegrasikan teknologi dan inovasi dalam penerapan SMKP, guna meningkatkan efektivitas pengelolaan risiko,’’ imbuh Hendra Gunawan.

Hendra menegaskan Ditjen Minerba sebagai regulator memerlukan dukungan pihak manajemen terhadap program-program pengelolaan Keselamatan Pertambangan merupakan hal yang wajib, sesuai dengan amanat ketentuan peraturan perundangan. 

Artikel Terkait

Maknai Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Infrastruktur Energi

Maknai Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Infrastruktur Energi

Jakarta,TAMBANG,- Memaknai Hari Pelanggan Nasional 2026, PT Pertamina Gas (Pertagas), meneguhkan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas layanan dan keandalan infrastruktur energi. Hal ini semakin penting di tengah kebutuhan pelanggan yang semakin dinamis. Komitmen dari Subholding Gas Pertamina diantaranta tercermin dari Customer Satisfaction Index (CSI) Pertagas tahun 2026 yang mencapai

By Egenius Soda
Agincourt Resources Kembali Gelar OlympiAR 2026, Kompetisi Geosains Nasional bagi Mahasiswa

Agincourt Resources Kembali Gelar OlympiAR 2026, Kompetisi Geosains Nasional bagi Mahasiswa

Jakarta,TAMBANG,- Pengelola Tambang Emas Martabe, PT Agincourt Resources (PTAR) bersama Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) kembali menyelenggarakan Olympiade Agincourt Resources (OlympiAR) 2026. Pembukaan ajang dua tahunan ini dilaksanakan di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Jumat (4/9). Pembukaan OlympiAR 2026 dihadiri sekitar 500 mahasiswa dari berbagai universitas. Tahun ini

By Egenius Soda