Percepat Hilirisasi, Komisi VII Usul Bentuk Direktur Baru di Lingkungan Ditjen Minerba

Percepat Hilirisasi, Komisi VII Usul Bentuk Direktur Baru di Lingkungan Ditjen Minerba

Jakarta, TAMBANG – Komisi VII DPR RI mengusulkan pembentukan direktur baru di bawah Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Ditjen Minerba), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mempercepat proses hilirisasi komoditas tambang.

“Komisi VII DPR RI mendorong Menteri ESDM untuk melakukan kajian terkait penambahan jumlah direktur di bawah Ditjen Minerba demi memperkuat dan mempercepat hilirisasi mineral seperti timah, bauksit dan nikel,” kata Ketua Komisi VII, Sugeng Suparwoto dalam kesimpulan rapat dengan Kementerian ESDM, Senin (21/11).

Menurut Sugeng, saran tersebut sah saja selama untuk kebaikan bersama, terlebih pemerintah saat ini sedang gencar mengkampanyekan pentingnya industri hilir di dalam negeri.

“Ya namanya usulan sih pak, saya kira harus diterima, orang kita yang ngusulkan kok,” imbuh Sugeng.

Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa komoditas tambang seharusnya diolah menjadi produk jadi dan tidak lagi diekspor berupa mentah untuk meningkatkan nilai tambah. Karena itu, Jokowi mendorong pelaku usaha membangun smelter untuk proses hilirisasi tersebut.

“Nanti kalau sudah hitungannya matang, ketemu kalkulasinya, akan saya umumkan stop. Misalnya tahun depan stop, tahun ini bisa terjadi. Ini saya kira kesiapan-kesiapan dari smelter, baik milik BUMN, milik swasta, harus kita kalkulasi semuanya,” kata Jokowi.

Menurut Jokowi, potensi keekonomian yang tinggi dalam industri pertambangan bukan terletak di ekspor bahan mentah, melainkan diolah di dalam negeri hingga menjadi barang siap pakai yang kemudian dikirim ke luar negeri.

“Perlu kita hitung semuanya sehingga nanti semuanya berjalan dengan baik, tidak ada yang dirugikan, tetapi bahwa sekali lagi hilirisasi bahan-bahan tambang itu memang harus kita hentikan dan semuanya masuk ke industrial down streaming, semuanya masuk ke hilirisasi karena nilai tambahnya ada di situ, added value-nya ada di situ,” jelasnya.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin