Perang Israel–AS VS Iran Picu Kekhawatiran Minyak Global, Pasokan Indonesia Dinilai Aman

Buntut perang antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran semakin melebar. Pasokan energi dalam negeri sempat menjadi kekhawatiran, terutama terkait potensi gangguan distribusi minyak dunia di kawasan Timur Tengah.

Perang Israel–AS VS Iran Picu Kekhawatiran Minyak Global, Pasokan Indonesia Dinilai Aman
Ilustrasi: Freepik.

Jakarta, TAMBANG – Konflik yang melibatkan Israel-Amerika Serikat VS Iran memicu kekhawatiran terhadap keberlanjutan pasokan minyak dan bahan bakar minyak (BBM) global, termasuk bagi Indonesia. Kekhawatiran tersebut berkaitan dengan potensi terganggunya distribusi minyak dunia yang melintasi Selat Hormuz akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Sejumlah informasi menyebutkan bahwa konflik tersebut mulai berdampak terhadap arus distribusi minyak yang melewati jalur pelayaran strategis tersebut. Selat Hormuz selama ini menjadi salah satu chokepoint energi paling penting di dunia karena menjadi jalur utama pengiriman minyak dari negara-negara produsen di Timur Tengah ke pasar global.

Sekitar 98% minyak yang diperdagangkan melalui Selat Hormuz merupakan produksi dari negara-negara di kawasan Timur Tengah. Enam negara produsen utama yang menyalurkan minyak melalui jalur ini yaitu Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab, Iran, Kuwait, dan Qatar.

Sementara itu, sekitar 75% perdagangan minyak yang melewati Selat Hormuz diserap oleh empat negara konsumen utama di Asia, yakni China, India, Korea Selatan, dan Jepang.

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, menilai ketahanan pasokan minyak mentah dan BBM Indonesia masih relatif aman meskipun konflik di kawasan tersebut berpotensi mengganggu distribusi energi global.

“Ketahanan pasokan minyak mentah dan BBM Indonesia kemungkinan masih relatif aman meskipun sedang terjadi perang di Iran dan wilayah Timur Tengah. Stok operasional serta kemampuan pasok BBM di dalam negeri masih berpeluang dipertahankan seperti periode sebelum terjadinya perang,” ujar Komaidi dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (12/3).

Ia menjelaskan, jika mencermati neraca impor energi nasional, dampak dari potensi terganggunya distribusi minyak di Selat Hormuz terhadap pasokan BBM Indonesia masih dapat dikelola.

“Porsi impor minyak dan BBM Indonesia yang melewati Selat Hormuz relatif kecil. Pada 2025, impor minyak yang melalui jalur tersebut sekitar 18,13% dan impor BBM sekitar 14,23%. Artinya, sebagian besar impor energi Indonesia tidak bergantung pada jalur Selat Hormuz,” jelasnya.

Dengan demikian, sekitar 81,87% impor minyak mentah dan 85,77% impor BBM Indonesia tidak melalui Selat Hormuz. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasokan energi Indonesia berasal dari jalur distribusi lain sehingga risiko gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah masih relatif terbatas.

Artikel Terkait

Optimalkan Potensi Reservoir PT Pertamina Hulu Sanga Sanga Berhasil Tambah Produksi Migas

Optimalkan Potensi Reservoir PT Pertamina Hulu Sanga Sanga Berhasil Tambah Produksi Migas

Jakarta,TAMBANG,- Berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan produksi migas dalam negeri. PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) misalnya terus memperkuat upaya optimasi produksi migas melalui pelaksanaan program hydraulic fracturing pada sejumlah sumur di Wilayah Operasi Mutiara dan Pamaguan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Program yang dilaksanakan sepanjang periode

By Egenius Soda
Perkuat Peran Strategis dalam Eksplorasi Energi, Elnusa Tingkatkan Kapabilitas Geoscience Berbasis Teknologi

Perkuat Peran Strategis dalam Eksplorasi Energi, Elnusa Tingkatkan Kapabilitas Geoscience Berbasis Teknologi

Jakarta,TAMBANG,- Eksplorasi disebut sebagai nadi bagi industri migas. Tanpa eksplorasi tidak akan ditemukan cadangan baru. Sebaliknya dengan eksplorasi ada kemungkinan untuk menemukan cadangan baru yang penting untuk ketahanan energi nasional. Namun harus diakui bahwa kegiatan eksplorasi punya risiko yang cukup tinggi. Padahal investasinya juga besar. Oleh karenanya sebagai bagian

By Egenius Soda