Pengusaha India Lepas Tambangnya di Indonesia

Pengusaha India Lepas Tambangnya di Indonesia
Menambang batu bara di India. Sumber: www.danielberehulak.com
Menambang batu bara di India. Sumber: www.danielberehulak.com
JAKARTA-NEW DELHI, TAMBANG. PEMILIK konglomerasi India, Reliance Group, Anil Ambani, memutuskan untuk menjual tiga tambangnya di Indonesia. Luas tambangnya 40.000 hektare, dengan cadangan 2 miliar ton. Reliance Power membeli tambang itu pada 2008, dan merencanakan untuk berinvestasi lagi US$ 500 juta untuk mengembangkan tambang itu.   Koran The Hindu, dalam terbitannya kemarin memberitakan, transaksi penglepasan tambang itu diharapkan selesai tahun ini. Salah satu alasannya, India telah memutuskan untuk menggandakan produksi batu baranya. Di samping itu, harga batu bara yang jatuh membuat investasi di luar negeri itu tak menarik lagi. Ketika tambang itu dibeli pada 2008, harga batu bara memang tengah menuju naik.   Tak hanya Reliance Power yang berencana melepas tambangnya di luar negeri. Gautam Adani, pemimpin grup Adani, mengakuisisi Linc Energy, perusahaan tambang batu bara di Queensland, Australia, pada Agustus 2010, dengan harga US$ 2,72 miliar. Adani jug aharus membayar US$ 2 miliar tunai untuk membeli hak pemakaian pelabuhan Abbot Point, untuk pengiriman batu bara.   Adani juga berancana berinvestasi US$ 10 miliar lagi untuk mengembangkan pelabuhan, rel kereta api, tambang, dan infrastruktur pendukung lain. Meski berbagai proyek itu mendapat tentangan dari aktivis lingkungan, Adani maju terus. Ketika itu investasinya memang terhitung sangat menggiurkan.   Kini, investasi raksasa itu dipertanyakan setelah harga batu bara dari Australia menukik jatuh, mencapai titik terendah dalam delapan tahun terakhir. Dan pemerintah India tengah berusaha keras menambah porsi pembangkit listrik dari sinar surya, angin, dan energi terbarukan lainnya.   Foto: Warga India menambang batu bara. Sumber: www.danielberehulak.com

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin