Pemerintah Tambah Produksi Batu Bara, APBI: Permintaan Pasar Sedang Naik

Pemerintah Tambah Produksi Batu Bara, APBI: Permintaan Pasar Sedang Naik
ilustrasi

Jakarta, TAMBANG – Pemerintah menambah target produksi batu bara tahun ini menjadi 625 juta ton, dari sebelumnya yang dipatok 550 juta ton. Menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI, Hendra Sinadia, hal tersebut dipicu oleh pertumbuhan permintaan pasar.

“Kenaikan produksi ini ditujukan untuk ekspor yang diproyeksikan akan lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Dari pengamatan kami, perekonomian di negara-negara tujuan utama ekspor sudah mulai membaik apalagi dengan semakin lancarnya proses vaksinasi Covid-19. Sehingga mendorong penguatan demand,” ujarnya kepada tambang.co.id, Selasa (14/4).

Untuk pasar Tiongkok yang merupakan pangsa utama batu bara Indonesia, sambung Hendra, pertumbuhan ekonominya sangat bagus. Purchasing Manager Index (PMI) yang selama ini menjadi salah satu indikator untuk mengukur potensi permintaan, dari negara-negara tujuan ekspor berada di level yang positif.

Selain itu, permintaan batu bara di pasar domestik juga diperkirakan bakal mengalami kenaikan.  Seiiring  dengan mulai menggeliatnya sektor industri.

“Proyeksi realisasi konsumsi domestik di 2021 akan lebih tinggi dari target awal yang ditetapkan pemerintah sebesar 137 juta ton,” tuturnya.

Tambahan target produksi nasional tersebut direspon positif oleh para pelaku usaha. Menurut Hendra, perusahaan tambang tertarik memanfaatkan peluang tersebut karena didorong oleh harga komoditas yang sedang membaik.

Kemudian, perusahaan tambang juga tengah mencoba memaksimalkan produksi yang sempat terhalang di kuartal satu serta awal kuartal dua tahun ini akibat curah hujan yang tinggi. Sehingga pelaku usaha tengah mencoba memaksimalkan produksi.

Kata Hendra, ada sejumlah perusahaan yang telah dan akan mengajukan proposal revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dengan menaikkan angka produksi.

“Namun ada juga perusahaan yang belum memutuskan untuk revisi RKAB, atau tetap konservatif mengikuti recana produksi awal. Ini dimungkinkan karena Pemerintah memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk mengajukan proposal revisi paling cepat di awal kuartal dua,” tegasnya.

Artikel Terkait

PLN EPI Resmikan Rumah Pembibitan Mangrove Berbasis Electrifying Agriculture Di Cilacap

PLN EPI Resmikan Rumah Pembibitan Mangrove Berbasis Electrifying Agriculture Di Cilacap

Jakarta,TAMBANG,-Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat komitmennya terhadap penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Kali ini perusahaan meresmikan Rumah Pembibitan Mangrove berbasis Electrifying Agriculture di Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Selasa (28/7). Program Tanggung Jawab Sosial dan

By Egenius Soda
Di Paruh Pertama 2026, PT Timah,(Persero),Tbk Sukses Bukukan Pendapatan Sebesar Rp 10,42 Triliun

Di Paruh Pertama 2026, PT Timah,(Persero),Tbk Sukses Bukukan Pendapatan Sebesar Rp 10,42 Triliun

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan tambang timah terbesar Indonesia, PT TIMAH (Persero) Tbk sukses mencatat kinerja positif di paruh pertama tahun ini. Dalam laporan keuangan konsolidasian untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026, Perseroan  sukses mencatat pertumbuhan kinerja keuangan dan operasional yang signifikan. Kinerja positif ini didukung oleh beberapa hal termasuk kondisi

By Egenius Soda