Pemerintah Resmi Groundbreaking Blok Abadi Masela
Pemerintah resmi memulai proyek gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) Abadi Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku.
Jakarta, TAMBANG – Pemerintah resmi memulai proyek gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) Abadi Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku. Peletakan batu pertama (groundbreaking) disaksikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto sebagai penanda dimulainya proyek strategis nasional (PSN) senilai USD20,9 miliar.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan, Proyek LNG Abadi Masela diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi dan fiskal yang besar, baik bagi pemerintah pusat maupun daerah. Selain meningkatkan penerimaan negara, proyek ini juga akan membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat.
"Proyek Abadi Masela diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi dan fiskal yang signifikan, antara lain penerimaan nasional maupun daerah serta penciptaan lapangan pekerjaan yang 30%nya akan diprioritaskan berasal dari masyarakat lokal Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar," ujar Bahlil dIikutip dalam keterangan resmi, Senin (20/7).
Saat mulai beroperasi, Lapangan Abadi Masela diproyeksikan menyumbang USD137,8 miliar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Proyek ini juga diperkirakan meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Maluku sebesar USD95 miliar dan PDRB Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebesar USD92 miliar.
Selain itu, proyek ini diharapkan mendorong tumbuhnya industri pendukung dan UMKM, mempercepat pembangunan infrastruktur kawasan, meningkatkan alih pengetahuan dan teknologi, serta memperkuat pasokan energi nasional melalui penyediaan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD bagi kebutuhan industri.
"Di luar manfaat ekonomi dan fiskal, Proyek Abadi Masela juga akan mendorong tumbuhnya industri pendukung dan UMKM di Maluku, mempercepat pembangunan infrastruktur kawasan, meningkatkan alih pengetahuan dan teknologi, serta memperkuat ketahanan energi nasional melalui penyediaan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD bagi kebutuhan industri," kata Bahlil.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto yang menyampaikan sambutan secara daring menegaskan bahwa dimulainya pembangunan fisik Proyek LNG Abadi Masela menjadi momentum penting setelah penantian hampir tiga dekade.
"Proyek ini hampir tiga dekade, tiga dasawarsa kita tunggu, tiga dekade, tiga dasawarsa rakyat menunggu. Alhamdulillah hari ini kita mulai pembangunan dan pembangunan tidak boleh terhambat, harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya," tegas Prabowo.