Pemerintah Dorong Pelaku Usaha Tambang Lakukan Life Cycle Assessment

Pemerintah Dorong Pelaku Usaha Tambang Lakukan Life Cycle Assessment

Jakarta, TAMBANG – Pemerintah mendorong pelaku usaha pertambangan untuk melakukan Life Cycle Assessment (LCA) atau penilaian siklus hidup agar produk tambangnya bisa tembus pasar internasional.

“Pada LCA, saya pikir idenya adalah menghitung seluruh emisi. Seluruh proses di sini yang digunakan atau dilakukan untuk menghasilkan mineral,” kata Direktur Bidang Koordinasi dan Pertambangan Kemenko Marves, Septian Hario Seto dalam diskusi “The Advantage of Implementing Life Cycle Assessment in Mining Industry, di Jakarta, Senin (26/9).

Menurut Seto, pasar global saat ini akan melirik komoditas mineral domestik terutama nikel dari sisi pengelolaan hulu sampai hilir yang mengutamakan penilaian LCA.

“Jadi mereka menghitung seluruh emisi yang menghasilkan dampak lingkungan yang dihasilkan karena proses ini di sini,” ujarnya.

Menurutnya, proses hilirisasi nikel masih cenderung menggunakan batu bara. Hal ini tentu berpengaruh pada calon pembeli dari luar negeri lantaran efek pembakarannya masih mengeluarkan emisi karbon dan bertentangan dengan prinsip LCA.

“Di Eropa misalnya, mereka menyebutkan bahwa anda tahu, karena baterai atau nikel anda diproses melalui batu bara, dari pada sebenarnya menghemat emisi dibandingkan degan mesin pembakaran,” bebernya.

Sementara, Direktor Pengendalian Pencemaran Air, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Nety Widayati menyebut bahwa LCA adalah sebuah metode berbasis cradle to grave, yakni analisis keseluruhan siklus dari proses produksi hingga pengolahan limbah.

“Ini digunakan untuk mengetahui jumlah energi, biaya, dan dampak lingkungan yang disebabkan oleh tahapan daur hidup produk. Dimulai dari saat pengambilan bahan baku sampai dengan produk itu selesai digunakan oleh konsumen,” ujarnya.

Menurutnya, LCA juga dijadikan parameter untuk program Proper KLHK dalam menilai kinerja pengelolaan lingkungan suatu perusahaan.

“Kami KLHK mempunyai program Proper untuk menilai linigkungan terhadap Perushaan. Untuk level biru untuk ketaatan peraturan. Setelah biru masuk beyond compliance area yaitu hijau dan emas,” ujarnya.

“LCA itu untuk beyond compliance area. LCA ini Dasar dasar inovasi lingkungan perusahaan untuk melakukan usaha atau produksi atau ke masyarakat,” imbuhnya.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin