Pemakaian Batu Bara di Cina Akan Terus Turun

Pemakaian Batu Bara di Cina Akan Terus Turun

BEIJING—TAMBANG. KONSUMSI dan produksi batu bara Cina tahun lalu turun dibanding tahun sebelumnya. Ini merupakan hal pertama yang terjadi selama 14 tahun terakhir, akibat dua faktor yang saling berkaitan: pertumbuhan ekonomi yang menurun, dan kebijakan energi bersih yang diterapkan pemerintahan Beijing. Kebijakan energi bersih itu juga dimaksudkan agar Cina terbiasa tidak bergantung pada batu bara.

Koran The Wall Street Journal, edisi kemarin mengungkapkan, data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik pemerintahan Beijing menunjukkan, Cina membeli minyak mentah dan gas alam lebih banyak. Tahun lalu produksi batu bara turun 2,5% menjadi 3,87 miliar ton, dibanding tahun lalu. Sementara konsumsi berkurang 2,9%.

Penurunan itu menempatkan Cina pada posisi titik perubahan: era puncak pemakaian batu bara sudah berlalu. Berkurangnya pemakaian itu sudah terasa akibatnya di industri batu bara. Harga turun terus, dan banyak tambang yang tutup.

‘’Penurunannya luar biasa, dan itu sangat penting,’’ kata Li Shuo, analis senior bidang cuaca pada LSM lingkungan Green Peace wilayah Asia Timur. ‘’Pertanyaannya bukan pada apakah puncak pemakaian batu bara akan terjadi, karena kita sudah melihat beberapa indikator yang menunjukkan berlalunya titik puncak itu,’’ kata Li Shuo.

Situasi itu berbeda dengan ramalan para ekonom yang menyebutkan bahwa puncak pemakaian batu bara baru tercapai pada 2020. Penurunan itu memengaruhi produksi tambang batu bara di seluruh dunia, dari Mongolia hingga Australia, Indonesia, Kanada, dan Afrika Selatan.

Permintaan batu bara di Eropa dan Amerika juga menyusut, sementara impor India tidak mencukupi untuk mengganti berkurangnya konsumsi Cina.

Di samping masalah ekonomi, berkurangnya konsumsi di Cina itu juga karena upaya pemerintah yang terus-menerus untuk meningkatkan pemakaian energi bersih. Upaya ini mendapat berkah dari perekonomian yang pertumbuhannya menurun. Tahun lalu pertumbuhan ekonomi Cina 7,4%, cukup tinggi tetapi bagi Cina ini terendah selama 25 tahun terakhir.

‘’Ketika Cina menyesuaikan dengan pertumbuhan ekonominya yang menurun, serta meneruskan reformasi struktural perekonomiannya, permintaan batu bara tampaknya tak akan bertambah,’’ kata Miao Tian, analis energi untuk bank investasi North Square Blue Oak.

Foto: Pemakaian energi bersih turut mengurangi konsumsi batu bara. Sumber foto: inhabitat.com.

Artikel Terkait

Maknai Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Infrastruktur Energi

Maknai Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Infrastruktur Energi

Jakarta,TAMBANG,- Memaknai Hari Pelanggan Nasional 2026, PT Pertamina Gas (Pertagas), meneguhkan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas layanan dan keandalan infrastruktur energi. Hal ini semakin penting di tengah kebutuhan pelanggan yang semakin dinamis. Komitmen dari Subholding Gas Pertamina diantaranta tercermin dari Customer Satisfaction Index (CSI) Pertagas tahun 2026 yang mencapai

By Egenius Soda
Agincourt Resources Kembali Gelar OlympiAR 2026, Kompetisi Geosains Nasional bagi Mahasiswa

Agincourt Resources Kembali Gelar OlympiAR 2026, Kompetisi Geosains Nasional bagi Mahasiswa

Jakarta,TAMBANG,- Pengelola Tambang Emas Martabe, PT Agincourt Resources (PTAR) bersama Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) kembali menyelenggarakan Olympiade Agincourt Resources (OlympiAR) 2026. Pembukaan ajang dua tahunan ini dilaksanakan di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Jumat (4/9). Pembukaan OlympiAR 2026 dihadiri sekitar 500 mahasiswa dari berbagai universitas. Tahun ini

By Egenius Soda