Pelaku Usaha Belum Mengeluh Terkait Moratorium Ekspor Ke Filipina

Jakarta-TAMBANG. Pemerintah beberapa waktu lalu telah melakukan moratorium ekspor batu bara Indonesia ke Filipina. Ini terkait dengan aspek keamanan setelah kembali tujuh WNI yang ditangkap Pembajak Filipina. Sebelumnya pada April 2016 silam ketika ada kejadian penangkapan kedua kalinya Pemerintah juga telah mengumumkan moratorium ekspor batu bara ke Filipina. Dan kini ketika kembali terjadi penangkapan, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melanjutkan moratoium ekspor. Menurut Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara, Kementrian ESDM Bambang Gatot Ariyono sampai sekarang pihaknya belum mendapat keluhan dari pelaku usaha terkait kebijakan tersebut. Bambang juga menjelaskan bahwa volume ekspor batu bara Indonesia ke Filipina tidak besar. Sehingga diyakini kebijakan ini tidak banyak berpengaruh pada pasar ekspor batu bara nasional. “Selama ini nilai ekspor batu bara ke Filipina tidak besar hanya 15 juta ton per tahun. Artinya hanya 0,5% dari total ekspor batu bara Indonesia. Dan sampai sekarang kami belum mendapat keluhan dari pelaku usaha tambang setelah kebijakan moratorium,”terang Bambang. Meski demikian menuurut Bambang Pemerintah tetap akan melakukan kajian dan evaluasi terhadap moratorium ekspor batu bara ke Filipina. Ini kan karena keamanan dan keselamatan warga negara kita. Kalau dilakukan juga kan dampaknya tidak besar, kan tidak ada keluhan juga,” ujar Bambang usai memaparkan kinerja sektor minerba.

Artikel Terkait

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda