PAMA Safe School Perkuat Kompetensi Guru SMK Melalui Training dan Sertifikasi BNSP

PAMA kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya keselamatan dan kesehatan kerja melalui program PAMA SAFE School.

PAMA Safe School Perkuat Kompetensi Guru SMK Melalui Training dan Sertifikasi BNSP
Dokumentasi: Istimewa.

Jakarta, TAMBANG – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya keselamatan dan kesehatan kerja melalui program PAMA SAFE School.

Kali ini, kontraktor pertambangan dan produsen energi tersebut menyelenggarakan kegiatan Training dan Sertifikasi Guru SMK Binaan Batch 2 pada 6–16 April 2026 di Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

Program ini merupakan hasil kolaborasi lintas divisi antara CSR, LSP, SHE, dan HCL melalui PLC, sebagai tindak lanjut arahan Director in Charge.

Manajemen PAMA menyampaikan bahwa program ini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun ekosistem pendidikan yang unggul dan berdaya saing.

“PAMA percaya bahwa keselamatan harus ditanamkan sejak di lingkungan sekolah. Melalui program PAMA SAFE School, kami ingin para guru tidak hanya memahami pentingnya K3LH, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak budaya safety di sekolah dan masyarakat sekitar,” ujar Manajemen PAMA dalam keterangannya, Selasa (21/4).

Sebanyak 19 guru dari SMA/SMK mitra binaan CSR PAMA yang berasal dari berbagai wilayah operasional seperti Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, hingga Jawa Timur mengikuti pelatihan ini. Para peserta berasal dari sekolah binaan berbagai site PAMA seperti KIDE, KPCS, KPCB, BAYA, HMNT, VIPO, dan lainnya.

Dokumentasi: Istimewa.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sebagai Petugas Pertolongan Pertama sekaligus membekali mereka sebagai Instruktur Junior Level 3, yang keduanya tersertifikasi BNSP.

“Selain itu, para guru diharapkan mampu menjadi inisiator pembentukan Satgas Safety di sekolah masing-masing serta menjadi agen peer-teaching bagi rekan guru maupun siswa dalam penerapan dasar-dasar K3LH,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti dua skema utama, yaitu Kompetensi Petugas Pertolongan Pertama dan Kompetensi Instruktur Junior Level 3. Proses training melibatkan asesor dan trainer dari berbagai divisi internal PAMA seperti LSP, SRGS, SHED, dan HCLD, sehingga menghasilkan pembelajaran yang komprehensif dan aplikatif.

Hasilnya, sebanyak 18 guru direkomendasikan kompeten sebagai Petugas Pertolongan Pertama sekaligus Instruktur Junior oleh asesor BNSP. Capaian ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan sekolah binaan yang lebih siap, aman, dan berkelanjutan dalam penerapan budaya keselamatan.

Melalui program ini, PAMA berharap lahir sekolah-sekolah binaan yang mampu menjadi role model penerapan K3LH sekaligus mencetak generasi muda yang siap kerja, kompeten, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan kerja.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin