Lifting Perdana Minyak Mentah Chevron ke Pertamina untuk Dalam Negeri

Lifting Perdana Minyak Mentah Chevron ke Pertamina untuk Dalam Negeri
Dumai, TAMBANG –  SKK Migas, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Chevron Pacific Indonesia (CPI) jalankan lifting perdana minyak mentah bagian KKKS CPI ke Pertamina (Persero), Selasa (15/1).   Lifting perdana ini, dalam rangka menindaklanjuti implementasi Peraturan Menteri (Permen) ESDM No. 42 Tahun 2018 mengenai Prioritas Pemanfaatan Minyak Bumi untuk Pemenuhan Kebutuhan Dalam Negeri.   Ini menjadi tonggak sejarah baru mengingat selama ini minyak mentah bagian KKKS CPI sebagian besar dijual untuk export. Besaran minyak mentah yang dijual mencakup 200 ribu BBLS jenis Sumatran Light Crude (SLC) tujuan Kilang RU V Balikpapan, dengan menggunakan tanker MT Griya Cirebon.   Kegiatan lifting perdana ditandai oleh pembukaan valve yang mengalirkan minyak mentah dari Kilang Dumai ke tanker MT Griya Cirebon. Hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas, Parulian Sihotang, Kepala Perwakilan Sumatera Bagian Utara SKK Migas, Avicenia Darwis, Tenaga Ahli Kementerian ESDM Bidang Tata Kelola dan Hubungan Kelembagaan, Sampe Purba, Tenaga Ahli Madya Kantor Staf Presiden, Trijoko Mohamad Solehoedin, VP Supply and Export Operation Pertamina, Agus Witjaksono, dan Senior Vice President Policy Government and Public Affairs CPI Wahyu Budiarto.     Dalam sambutannya, SKK Migas menyampaikan dengan disalurkannya minyak mentah bagian CPI ke Pertamina, akan dapat mengoptimalkan pemanfaatan minyak bumi untuk kebutuhan dalam negeri serta meningkatkan ketahanan energi nasional dengan meningkatkan suplai minyak mentah dalam negeri kepada kilang domestik. Hal ini juga memperkuat implementasi Domestic Market Obligation (DMO) yang selama ini sudah diterapkan pada industri hulu migas. Di sisi lain, Pertamina menyatakan bahwa minyak mentah jenis SLC dan Duri Crude yang dihasikan oleh Blok Rokan, sesuai   Dengan konfigurasi kilang minyak milik Pertamina, sehingga dapat meningkatkan yield of valuable products di Kilang Pertamina. Dalam tahap awal, untuk periode Januari hingga Juni 2019, estimasi volumenya diperkirakan mencapai 2,5 juta barel per bulan.   Di tengah semakin meningkatnya konsumsi minyak dalam negeri, SKK Migas akan terus mendorong implementasi Permen ESDM No. 42 Tahun 2018 kepada KKKS lain agar dapat menawarkan minyak mentah bagian KKKS untuk dapat diserap oleh Pertamina dengan tetap mengedepankan prinsip Business to Business yang baik serta mengoptimalkan bagian negara. Diharapkan melalui upaya ini, impor minyak mentah dapat dikurangi sehingga mampu memperbaiki neraca perdagangan Indonesia  

Artikel Terkait

DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI kini memiliki jajaran Komisaris dan Direksi lengkap untuk mendukung pelaksanaan mandatnya dalam tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia. Dewan Komisaris DSI dipimpin Komisaris Utama Cipung Noer, bersama Tony Wenas, Prof. Mari Elka Pangestu, dan Harold Tjiptadjaja sebagai Komisaris. Jajaran tersebut memiliki

By Rian Wahyuddin
DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI mengumumkan kesiapan operasional dalam menjalankan mandat pengelolaan ekspor komoditas strategis Indonesia. Dalam waktu sedikit lebih dari dua bulan, DSI telah membangun visibilitas analitis terhadap sekitar 6.500 deklarasi ekspor dengan nilai lebih dari USD14 miliar. DSI dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP)

By Rian Wahyuddin
SDM Unggul Jadi Kunci Hilirisasi dan Masa Depan Industri Minerba Menuju Indonesia Emas 2045

SDM Unggul Jadi Kunci Hilirisasi dan Masa Depan Industri Minerba Menuju Indonesia Emas 2045

Yogyakarta, TAMBANG – Penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci utama dalam mendorong transformasi industri mineral dan batubara (minerba) menuju Indonesia Emas 2045. Hilirisasi, digitalisasi, transisi energi, dan tuntutan keberlanjutan membutuhkan tenaga profesional dengan kompetensi yang semakin beragam. Hal tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional bertajuk “Mempersiapkan SDM Unggul, Inovatif,

By Rian Wahyuddin