Laba Inti Indika Energy Tahun 2018 Naik 78,2 Persen

Laba Inti Indika Energy Tahun 2018 Naik 78,2 Persen
Jakarta, TAMBANG – PT Indika Energy Tbk (Perseroan) mencatat laba inti sebesar USD168,4 juta di akhir 2018,  naik 78,2 persen dibandingkan tahun 2017.   Laba tersebut diperoleh perusahaan dari pendapatan yang mengalami kenaikan USD2,96 juta, atau meningkat 169,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat USD1,09 juta.   Direktur Utama Indika Energy, Arsjad Rasjid mengungkapkan, sepanjang 2018 perusahaan terus menekankan efisiensi dan produktifitas dengan fokus mengoptimalkan operasi PT Kideco Jaya Agung dan membangun sinergi dengan anak-anak perusahaan lainnya.   Langkah perusahaan untuk fokus terhadap optimalisasi operasi, ternyata berhasil mendorong kinerja perusahaan. Hal ini terbukti dari pendapatan Kideco yang mencapai USD1.802,2 juta.   “Kedepannya, Indika Energy akan terus menumbuhkan bisnis terkait batu bara, mengeksplorasi target sektor bisnis baru, serta melakukan diversifikasi dengan memanfaatkan keunggulan dan kapasitas kami untuk berkontribusi lebih besar terhadap pembangunan nasional,” ungkap Arsjad Rasjid.   Namun demikian, laba bersih perseroan turun menjadi USD80,06 juta dari USD335,41 juta di tahun 2017. Bagian laba bersih entitas asosiasi dan pengendalian bersama entitas turun 84,8 persen, dikarenakan saat Kideco dikonsolidasikan tidak lagi berkontribusi sebagai entitas asosiasi dan pengendalian bersama, yang sekarang ini kontributor terbesarnya adalah Cotrans, SBS, CEP dan CEPR yang masing-masing menyumbang USD5,3 juta, USD4,9 juta, USD6,1 juta, dan USD4,8 juta.   “Dalam pandangan kami, laba inti lebih mencerminkan kinerja bisnis yang sebenarnya,”lanjut Arsjad Rasjid dalam keterangan tertulis, Jumat (29/3).   Tak hanya Kideco, pendapatan PT Petrosea tbk juga meningkat 69,9 persen berkat meningkatnya kinerja di bidang kontrak pertambangan. Petrosea juga membukukan laba bersih sebesar USD22,96 juta, meningkat 97 persen dibandingkan dengan realisasi laba bersih tahun sebelumnya USD11,63 juta.   Sedangkan laba kotor perusahaan tahun 2018 meningkat 421,7 persen menjadi USD641,2 juta dibanding USD122,9 juta di tahun 2017. Laba Usaha meningkat secara signifikan sebesar 1.388,9 persen menjadi USD508,1 juta dibanding USD34,1 juta di tahun sebelumnya.   Untuk diketahui, laba inti yang dimaksud Indika Energy merupakan laba bersih untuk tahun yang diatribusikan kepada pemilik perusahaan, yang mana ada beberapa hal tidak termasuk didalamnya seperti,  pertama, peningkatan kewajiban kontinjensi terkait dengan akuisisi Kideco. Kedua, amortisasi bersih aset tidak berwujud terkait dengan akuisisi MUTU dan akuisisi Kideco. Ketiga,  penurunan nilai aset, setelah dikurangi pajak tangguhan. Keempat, keuntungan revaluasi 46 persen saham Kideco pada 2017.

Artikel Terkait

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Jakarta, TAMBANG – Kebutuhan akan industri yang semakin terintegrasi mendorong hadirnya kolaborasi lintas sektor. Hal ini tercermin dalam penyelenggaraan Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series – Engineering Week 2026 yang mempertemukan delapan sektor industri strategis dalam satu ekosistem. Mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”, Engineering Week 2026 resmi dibuka pada 9 September

By Rian Wahyuddin
Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Jakarta, TAMBANG – PT Naraya Dipta Buana, bagian dari MahaDasha Group, bersama SAIC Hongyan, memperkuat komitmen mengembangkan solusi kendaraan komersial untuk mendukung operasional sektor pertambangan Indonesia. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengembangan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) untuk kebutuhan industri berat. Komitmen ini disampaikan dalam ajang Mining Indonesia 2026

By Rian Wahyuddin
Learning Summit 2026, PAMA Perkuat Resiliensi dan Pengembangan Diri Karyawan

Learning Summit 2026, PAMA Perkuat Resiliensi dan Pengembangan Diri Karyawan

Jakarta, TAMBANG – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) kembali menggelar Learning Summit 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya belajar sekaligus meningkatkan kapabilitas insan perusahaan. Mengusung tema “BEYOND BOUNDARIES: Driving Value Through Knowledge Breakthroughs”, kegiatan ini menjadi wadah bagi karyawan untuk bertukar pengetahuan, mendapatkan perspektif baru, dan mengembangkan potensi diri. Memasuki rangkaian

By Rian Wahyuddin
XCMG Perkuat Ekosistem Industri Tambang Indonesia, Hadirkan Pembiayaan dan Alat Berat Energi Baru

XCMG Perkuat Ekosistem Industri Tambang Indonesia, Hadirkan Pembiayaan dan Alat Berat Energi Baru

Jakarta, TAMBANG – XCMG Group Indonesia memperkuat ekspansi dan ekosistem industrinya di Indonesia melalui kehadiran solusi alat berat energi baru sekaligus platform pembiayaan ABC Multifinance dalam ajang Mining Indonesia 2026 di Jakarta. Mengusung tema “New Power, New Future”, XCMG menampilkan berbagai solusi hijau terintegrasi yang dirancang untuk mendukung kebutuhan operasional pertambangan,

By Rian Wahyuddin