Kideco Jaya Agung Bidik Produksi 30 Juta Ton di 2025, Begini Perkembangannya

Kideco Jaya
Dokumentasi: Indika Energy

Jakarta, TAMBANG – PT Kideco Jaya Agung (Kideco) menargetkan produksi batu bara sebesar 30 juta ton pada tahun 2025. Target tersebut tidak jauh berbeda dengan capaian maupun target produksi pada tahun 2024.

“Produksi sama seperti tahun lalu, 30 jutaan (ton),” ungkap Head of Marketing Research & Busdev PT Kideco Jaya Agung saat ditemui di Jakarta, dikutip Kamis (6/11).

Saat ditanya mengenai capaian produksi hingga Kuartal III, Isman tidak menyebutkan angka secara rinci.

Namun, ia memastikan bahwa realisasi produksi sejauh ini masih berada di jalur yang sesuai untuk mencapai target 30 juta ton. “Masih on track, menuju ke 30 juta,” imbuh Isman.

PT Indika Energy Tbk (Indika), selaku induk usaha Kideco, dalam keterangan resminya juga tidak memaparkan detail capaian produksi selama sembilan bulan pertama tahun ini.

Namun, perusahaan melaporkan volume penjualan hingga Kuartal III mencapai 22,2 juta ton.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 9,6 juta metrik ton atau sekitar 43% dialokasikan untuk kebutuhan Domestic Market Obligation (DMO).

Baca juga: Ekspor Batu Bara Indonesia 2025 Diprediksi Turun Dibanding Tahun Lalu

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin