Kejagung Usut Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel PT CNI, Sita Rp401 Miliar

Kejagung Usut Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel PT CNI, Sita Rp401 Miliar
Ilustrasi tambang nikel

Jakarta, TAMBANG – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengusut dugaan korupsi dalam tata kelola pertambangan dan ekspor nikel yang melibatkan PT Ceria Nugraha Indotama (CNI). Dalam pengusutan tersebut, penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) menyita uang senilai Rp401 miliar.

Pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada Senin (31/8/2026). Uang yang disita merupakan barang bukti dalam dugaan tindak pidana korupsi tata kelola nikel periode 2017–2020.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Saiful Bahri Siregar, mengatakan dugaan korupsi berkaitan dengan penggunaan dokumen yang tidak sah untuk melakukan kegiatan ekspor nikel.

“Pihak PT CNI dengan menggunakan dokumen yang tidak sah melakukan ekspor nikel secara tidak sah. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya kerugian keuangan negara,” ujar Saiful, dikutip dari Antara.

Saiful menjelaskan, pada periode 2017–2019, PT CNI telah mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi untuk komoditas nikel di Sulawesi Tenggara. Namun, perusahaan disebut belum memiliki dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), tetapi telah memperoleh rekomendasi ekspor.

Dalam prosesnya, dugaan pelanggaran tersebut disebut melibatkan sejumlah pejabat negara. Modus yang dilakukan antara lain dengan mengatur kadar nikel dalam dokumen sehingga komoditas yang sebenarnya memiliki kadar di bawah 1,7 persen tercatat memiliki kadar lebih tinggi dan dapat memenuhi persyaratan ekspor.

Kejagung masih melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut, termasuk menelusuri pihak-pihak yang terlibat serta menghitung secara keseluruhan kerugian keuangan negara yang ditimbulkan.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin