J Resources Keluarkan Biaya Eksplorasi Hampir Sejuta Dollar

J Resources Keluarkan Biaya Eksplorasi Hampir Sejuta Dollar

Jakarta - TAMBANG. PT J Resources Asia Pasifik, Tbk (PSAB) merogoh kocek sebesar US$ 956 ribu untuk eksplorasi selama bulan Maret 2015 di anak usaha sulungnya, yaitu PT J Resources Bolaang Mongondow. Sementara untuk dua anak usaha lainnya, yaitu PT Arafura Surya Alam dan PT Gorontalo Sejahtera Mining, catatan biaya eksplorasi masih nihil.

"Area eksplorasi di J Resources Bolaang Mongondow dibagi menjadi Blok Lanut dan Blok Bakan," tulis William Surnata, Direktur J Resources Asia Pasifik, dalam laporan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, Jumat (10/4).

Pada Blok Lanut telah dilakukan pemboran inti sebanyak 14 lubang pemboran rotary air blast dengantotal kedalaman 232 meter. Dari contoh keping batuan yang diambil, menunjukkan kandungan emas dengan kadar 29 gram per ton di area Riska, serta 0,41 gram per ton di area Rasik.

"Sedangkan di Blok Bakan, dilakukan pemetaan geologi untuk mengidentifikasi sebaran permukaan tubuh-tubuh silika yang diharapkan membawa mineralisasi," tambahnya.

Di bulan April ini, J Resources sudah merencanakan kelanjutan eksplorasi di Blok Lanut dan Blok Bakan dengan kegiatan interpretasi pemboran inti dan survei geologi. Selain itu, akan dibuat proposal pemboran untuk program 2015 di Blok Bakan, sementara di Blok Lanut masih akan dilanjutkan kegiatan pengambilan contoh paritan. Kegiatan survei geofisika di kedua blok yang berlokasi di Provinsi Sulawesi Utara itu pun masih akan diteruskan.

Berbeda dengan J Resources Bolaang Mongondow, anak usaha yang bernama PT Arafura Surya Alam belum menetapkan metoda pengujian dan pemilihan area eksplorasi. "Kegiatan eksplorasi selama Maret 2015 hanyalah pengkajian ulang dan deskripsi ulang secara detil terhadap bor inti dari beberapa lubang bor sepanjang penampang atau sayatan melintang di area Panang," jelasnya.

Kemudian untuk PT Gorontalo Sejahtera Mining yang memiliki konsesi di Pohuwato, Provinsi Gorontolo, kegiatan utama eksplorasi ditujukan pada penyelesaian pekerjaan eksplorasi studio untuk daerah Ilota-Nanasi. Kegiatan tersebut beruapa studi analisa karakteristik bijih dilihat dari pola rekahan batuan, pola sebaran nilai RQD, dan elemen kimia lainnya secara geostatistik.

"Melalui kegiatan ini, diharapkan diperoleh tambahan data-data karakteristik bijih yang akurat pada daerah tersebut, serta diketahui pengontrol pola sebaran emas. Sehingga, dapat dijadikan pedoman untuk kegiatan pemurnian bijih dan penambangan secara lebih efektif dan efisien, baik dari sisi waktu maupun keekonomiannya," pungkasnya.

Artikel Terkait

Hadir di Gerak Hijau 2026, Wamen LH Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Bangun Indonesia Lebih Hijau

Hadir di Gerak Hijau 2026, Wamen LH Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Bangun Indonesia Lebih Hijau

Jakarta,TAMBANG,- Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Diaz Faisal Malik Hendropriyono turut hadir dalam kegiatan Gerak Hijau 2026. Kehadirannya sekaligus menegaskan dukungan Pemerintah dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Selain itu, ini juga menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan pembangunan berkelanjutan tidak hanya mengandalkan peran pemerintah ataupun dunia usaha. Di kesempatan ini Dias

By Egenius Soda
Akhirnya Smelter Tembaga Milik AMMAN Resmi Rampung, Topang Hilirisasi dan Nilai Tambaga Mineral

Akhirnya Smelter Tembaga Milik AMMAN Resmi Rampung, Topang Hilirisasi dan Nilai Tambaga Mineral

Jakarta,TAMBANG,- Tonggak penting kembali berhasil dicatat perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN). Emiten berkode saham AMMAN ini akhirnya mewujudkan transformasi bisnisnya sebagai perusahaan terintegrasi dari penambangan sampai peleburan setelah secara resmi merampungkan proyek pembangunan pabrik smelter tembaga di Kabupaten Sumbawa

By Egenius Soda