International Hardware Fair Indonesia Kembali Hadir untuk Edisi Kedua, Dibuka 24–27 September 2026 di NICE PIK 2

International Hardware Fair Indonesia (IHF Indonesia) kembali hadir untuk edisi keduanya pada September ini, melanjutkan kesuksesan debutnya yang mencatat lebih dari 13.000 pengunjung dari 49 negara serta lebih dari 480 exhibitor dari 32 negara pada 2025.

International Hardware Fair Indonesia Kembali Hadir untuk Edisi Kedua, Dibuka 24–27 September 2026 di NICE PIK 2

Jakarta, TAMBANG— International Hardware Fair Indonesia (IHF Indonesia) kembali hadir untuk edisi keduanya pada September ini, melanjutkan kesuksesan debutnya yang mencatat lebih dari 13.000 pengunjung dari 49 negara serta lebih dari 480 exhibitor dari 32 negara pada 2025. Tahun ini, pameran berpindah lokasi ke NICE, PIK 2, berlangsung pada 24–27 September 2026 bersamaan dengan interzum jakarta dan IFFINA+ powered by imm cologne, sebagai bagian dari rangkaian industri Indonesia Materials, Manufacturing & Furniture Connect (IMMFC).

IHF Indonesia memposisikan diri sebagai platform B2B terdepan di Indonesia untuk sektor perkakas, peralatan, dan solusi DIY, hadir di tengah momentum permintaan yang terus meningkat. Pasar perkakas Indonesia mencapai USD 4,5 miliar pada 2023, didorong oleh investasi infrastruktur pemerintah senilai lebih dari USD 27 miliar sepanjang 2023–2025, serta basis lebih dari 12 juta rumah tangga yang aktif melakukan renovasi rumah dan aktivitas DIY. Pameran ini juga mengangkat budaya “ngoprek” khas Indonesia — pendekatan yang kreatif dan langsung dalam memperbaiki, menyesuaikan, dan membangun sesuatu — yang telah mendorong permintaan yang stabil terhadap perkakas dan peralatan untuk kebutuhan praktis sehari-hari.

Edisi 2026 ini terbagi ke dalam lima kategori: Tools; Industrial Supply Equipment; Fasteners & Fixing; Personal Protective Equipment; dan Home Improvement Tools, menghadirkan perkakas tangan, perkakas listrik, mesin perkakas, peralatan bengkel dan pabrik, teknologi pengencang dan pengikat, aksesori furnitur, peralatan pelindung diri (PPE), hingga solusi DIY rumah tangga dalam satu lokasi.

Selain area pameran, IHF Indonesia 2026 turut menghadirkan dimensi komunitas dan pengembangan keterampilan yang lebih kuat melalui tiga program unggulan:

• DIY Festival: Showcase pembuatan produk home accessories secara hands-on bergaya festival interaktif dipandu dan dipersembahkan oleh Archlabs.

• DIY Workshop: Dipandu oleh content creator Dimas Gepeto, workshop ini menghadirkan teknik woodworking dalam membuat produk fungsional yang bisa langsung digunakan atau dibawa pulang.

• DIY Class: Berbagai pelatihan teknis dan kelas DIY untuk memperdalam ilmu teknis diantaranya adalah pelatihan terstruktur kompetensi Beginner Level Mechanical Measurement, memberikan e-sertifikat workshop dan sertifikat kompetensi BNSP.

Ketiga program ini mencerminkan posisi ganda IHF Indonesia — sebagai platform sourcing B2B bagi distributor, retailer, wholesaler, dan produsen perkakas, sekaligus sebagai titik temu komunitas bagi gerakan DIY yang terus berkembang di Indonesia, audiens yang semakin relevan bagi exhibitor dalam membangun kehadiran merek di pasar.

Sebagai bagian dari IMMFC, IHF Indonesia terhubung langsung dengan pekan industri hulu-ke-hilir terintegrasi pertama di Indonesia, berperan sebagai penghubung di tengah rantai nilai — antara material dan kecerdasan sistem dari interzum jakarta, serta produk furnitur jadi dan aplikasi pasar dari IFFINA+ — menyatukan distributor, retailer, dan pelaku industri perkakas dalam satu rantai nilai yang terhubung.

Informasi lebih lanjut dan pendaftaran pengunjung serta exhibitor dapat diakses melalui www.hardwarefair-indonesia.com

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Satukan Pemimpin Ketenagalistrikan ASEAN

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Satukan Pemimpin Ketenagalistrikan ASEAN

Jakarta, TAMBANG – Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 akan kembali digelar pada 22–24 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Jakarta. Mengusung tema “Powering Regional Sovereignty, Securing Energy Systems Resilience”, kedua agenda yang digelar bersamaan ini akan mempertemukan pemerintah, regulator, perusahaan utilitas, investor, pelaku industri, hingga

By Rian Wahyuddin
Energy Week 2026 Soroti Peran Kolaborasi dalam Membangun Ekosistem Industri Masa Depan

Energy Week 2026 Soroti Peran Kolaborasi dalam Membangun Ekosistem Industri Masa Depan

Jakarta, TAMBANG - Kolaborasi lintas sektor dinilai semakin penting dalam membangun ekosistem industri energi masa depan. Perkembangan teknologi, diversifikasi sumber energi, hingga meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur digital membuat batas antarsektor industri semakin terbuka. Kondisi tersebut tercermin dalam penyelenggaraan IEE Series – Energy Week 2026 yang mempertemukan pelaku industri energi, teknologi, manufaktur, dan

By Rian Wahyuddin