Inovisi Gagal Akuisisi Tambang Batu Bara

Jakarta-TAMBANG. Kondisi pasar batu bara yang kurang kondusif membuat PT Inovisi Infracom Tbk (INVS) terpaksa membatalkan rencana akuisisi salah satu tambang batu bara yang ada di Kalimantan.   Sekretaris Perusahaan PT Inovisi Infracom, Dria Sutomo mengatakan meski batal, rencana akuisisi itu akan dialihkan ke bisnis lainnya seperti mengakuisisi perusahaan properti, financial services, atau perusahaan minyak dan gas bumi di Kalimantan. Namun sayangnya, Dria belum bisa menjelaskan lebih detail terkait rencana pengalihan akuisisi itu.   “Yang jelas, kami sedang mengkaji beberapa pilihan itu, mana yang lebih menguntungkan dengan situasi ekonomi sekarang,” katanya seperti yang dikutip KONTAN, Minggu (13/9). Ia menambahkan, terkait rencana akuisisi tahun ini, Inovisi telah menyiapkan dana sekitar Rp 1,2 triliun.   Selain rencana akuisisi, saat ini Inovisi juga gencar membangun pembangkit listrik salah satunya pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Pasaman, Batu Lunak, Sumatera Barat dan PLTA di Ciasem, Jabar.

Artikel Terkait

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda