Ini Langkah Pemerintah Tingkatkan Nilai Tambah dari Hilirisasi Nikel

Ini Langkah Pemerintah Tingkatkan Nilai Tambah dari Hilirisasi Nikel
Asisten Deputi Bidang Pertambangan, Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marves), Tubagus Nugraha dalam Indonesia Nickel and Battery Summit 2023 di Bali, Kamis (10/8).

Badung, TAMBANG – Pemerintah terus melakukan upaya peningkatan nilai tambah dari komoditas nikel salah satunya lewat program hilirisasi dalam negeri. Untuk memantapkan program ini pemerintah memiliki tiga prioritas kebijakan tata kelola nikel.

Pertama, penambahan nilai tambah dalam negeri, peningkatan ketahanan cadangan dan peningkatan kontribusi pendapatan negara dan investasi.

“Gara-gara nikel beberapa tahun terakhir sibuk banget. Banyak yang dibincangkan. Sejak tahun 2020 amat luar biasa tentang nikel disusul dengan komoditas-komoditas lain. Hilirisasi industri nikel akan memaksimalkan nilai tambah dari cadangan nikel Indonesia,” kata Asisten Deputi Bidang Pertambangan, Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marves), Tubagus Nugraha dalam Indonesia Nickel and Battery Summit 2023 di Bali, Kamis (10/8).

Tubagus menyampaikan, kebijakan tata kelola nikel harus mempertimbangkan umur cadangan nikel Indonesia. Kebijakan hilirisasi nikel juga berpotensi meningkatkan kontribusi pendapatan negara baik itu melalui peningkatan pajak dari nilai tambah produk ataupun bea keluar.

“Di sisi lain, kebijakan tata kelola juga harus mengonsiderasikan tingkat investasi di Indonesia,” imbuh dia.

Menurutnya, kebijakan tata kelola nikel dengan memfokuskan pada ketiga pilar tersebut akan mempercepat pencapaian Indonesia emas pada tahun 2045.  “Kita akan mendetailkan dan mengarahkan negara ini menuju pencapaian Indonesia emas 2045,” ujar dia.

Tubagus menyebut, upaya percepatan ini tidak lepas dari arahan presiden Joko Widodo yang menginginkan semua barang tambang diolah menjadi produk sehilir mungkin. Kata dia, sebagaimana arahan Jokowi, menyampaikan  bahwa hilirisasi nikel telah meningkatkan ekspor besi baja 18 kali lipat.

“Tahun 2014, hanya sekitar  Rp 16 Triliun, tapi di tahun 2021 meningkat menjadi Rp 306 Triliun. Di akhir tahun 2022 ini, kita harapkan bisa mencapai Rp 440 Triliun. Itu hanya dari nikel,” beber dia.

Saat ini sudah ada 111 fasilitas pemurnian dan pengolahan bijih nikel atau smelter yang beroperasi di dalam negeri. Smelter tersebut meliputi smelter pirometalurgi dan hidrometalurgi.

”Baru kali ini nilai tambah dituliskan dalam undang-undang kita. Kita sudah aktualisasikan nilai tambah itu sampai mana itu kebijakan,” beber dia.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin