IMA: Buktikan Saja, Jalan Atau Tidak Hilirisasi Tanpa Relaksasi

Satgas hilirisasi
ilustrasi

Jakarta-TAMBANG. Keputusan pemerintah untuk tetap melaksankan kebijakan larangan ekspor mineral mentah menuai respon dari Asosiasi Pertambangan Indonesia atau Indonesia Mining Association (IMA). Direktur Eksekutif IMA, Sjahrir Abe mengatakan keputusan untuk melanjutkan kebijakan larangan ekspor mineral mentah memang mejadi hak preogratif pemerintah, khususnya Kementerian ESDM.

Menurutnya pelaku usaha khususnya yang tergabung dalam IMA, hanya bisa menyarankan bahwa apabila pemerintah serius membangun hilirisasi di sektor pertambangan, ada baiknya memberikan kesempatan pada perusahaan yang sudah serius membangun pabrik pengolahan dan pemurnian untuk mengekspor mineral mentah mereka.

Hal itu penting untuk memberikan stimulus modal di saat perusahaan kesulitan melanjutkan pembangunan karena tersendat masalah pembiyaan. Namun apabila pemerintah tetap memutuskan untuk tidak memberikan kesempatan ekspor mineral mentah, itu berarti pemerintah memiliki pertimbangan sendiri atas diambilnya keputusan tersebut.

โ€œKita lihat saja apakah bisa hilirisasi jalan tanpa ada relaksasi,โ€ seru Sjahrir, Selasa (8/9).

Ia menambahkan seharusnya kebijakan relaksasi tetap diberikan dengan pengawasan dan persyaratan yang ketat. Misalnya, relaksasi hanya dibolehkan bagi perusahaan yang sudah terbukti melakukan pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian minimal hingga 40%. Selain itu menurutnya, relaksasi tidak ditetapkan dalam bentuk Peraturan Pemerintah atau Peraturan Menteri.

Pasalnya bila dikeluarkan dalam kedua jenis beleid tersebut, tafsirannya bisa beragam dan semua perusahaan tambang mineral akan menuntut hal yang sama. โ€œSebaiknya ditetapkan melalui policy insentif. Jadi pendekatannya kasus per kasus bukan menyamaratakan seluruh perusahaan dapat relaksasi,โ€ ungkap Sjahrir.

Sebelumnya Kementerian ESDM akhirnya memastikan bahwa tidak akan ada relaksasi ekspor mineral bagi perusahaan tambang. Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan setelah mempertimbangkan berbagai hal termasuk masukan dari kalangan pengusaha, Pemerintah akhirnya memutuskan untuk tidak memberikan relaksasi ekspor mineral.

Kebijakan hilirisasi di sektor mineral menurut Menteri ESDM Sudirma Said dimaksudkan untuk mendukung pertumbuhana ekonomi, mendorong industrialisasi di sektor pertambangan mineral, mendorong peningkatan nilai tambah dan mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor .

Menteri mengakui bahwa sempat muncul wacana untuk mempercepat pembangunan smelter. Salah satunya dengan memberikan relaksasi terbatas. Dari kegiatan ini diharapkan bakal ada devisa yang masuk ke kas negara. Aktivitas pertambangan pun bisa kembali berjalan serta membantu perusahaan tambang yang sedang membangun smelter mendapatkan pemasukan. Namun setelah dilakukan evaluasi akhirnya diputuskan Pemerintah tidak akan memberikan relaksasi ekspor mineral.

โ€œMemang kalau ada relaksasi ekspor mineral akan ada devisa yang masuk dan juga aktivitas pertambangan yang selama ini berhenti akan kembali hidup. Namun apakah akan benar-benar membantu mengingat harga komoditi tambang masih turun. Apakah ini bisa membantu perusahaan untuk menyelesaikan pembangunan smelternya,โ€ kata Sudirman Said.

Artikel Terkait

KPP MINING Raih Penghargaan Internasional Berkat Transformasi Digital Berbasis Change Management

KPP MINING Raih Penghargaan Internasional Berkat Transformasi Digital Berbasis Change Management

London, TAMBANG โ€“ PT Kalimantan Prima Persada (KPP MINING) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Perusahaan jasa pertambangan ini meraih penghargaan Bronze dalam ajang AMEC Global Communication Effectiveness Awards 2026 melalui penerapan komunikasi strategis dalam mendukung transformasi digital perusahaan. Penghargaan tersebut diberikan pada kategori Best Use of Measurement for Internal Communications

By Rian Wahyuddin
Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jakarta, TAMBANG โ€“ Jurnalis Majalah TAMBANG, Rian Wahyudin, meraih penghargaan dalam ajang Apresiasi Minerba 2026 pada kategori Lomba Karya Jurnalistik untuk Wartawan. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara sebagai bentuk apresiasi terhadap karya jurnalistik yang mengangkat subsektor mineral dan batu

By Fahmi Adam
Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Jakarta, TAMBANG โ€” PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA kembali menunjukkan capaian positif atas komitmennya terhadap kepatuhan pelaksanaan peraturan negara. Capaian ini diraih melalui penghargaan pada kategori Kepatuhan Pembayaran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM dalam acara Mineral & Batubara Convention - Expo

By Rian Wahyuddin
Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Jakarta, TAMBANG โ€“ Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan 42 Apresiasi Minerba 2026 kepada badan usaha pertambangan serta insan ESDM yang berkontribusi dalam pengelolaan pertambangan dan penanganan bencana. Penghargaan tersebut disampaikan pada penutupan Minerba Convex 2026 di JIExpo, Jakarta, Selasa (3/11)

By Rian Wahyuddin