Hilirisasi Batu Bara Temui Kendala, Ini Penyebabnya

Kuartal III 2023
Male hand with coal on the background of a heap of coal, coal mining in an open pit quarry, copy space. Fossil fuels, environmental pollution
Balikpapan, TAMBANG – Selain komoditas mineral, produk tambang yang juga bakal dihilirisasi adalah batu bara. Alih-alih berkembang seperti nikel, hilirisasi emas hitam itu justru mengalami sejumlah kendala, salah satunya soal limbah yang masih dianggap sebagai bahan berbahaya dan beracun (B3) “Batu bara punya potensi untuk ditingkatkan terutama untuk transformasi batu bara, namun salah satu kendalanya adalah klasifikasi dari waste yang masih menjadi isu,” ujar Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Hendra Sinadia dalam Indonesia Coal Summit di Balikpapan, Jumat (12/5). Kata dia, selama ini perihal limbah memang selalu jadi batu penghalang kemajuan program hilirisasi produk tambang, bahkan tidak hanya di komoditas batu bara, melainkan juga di komoditas mineral. “Ini yang masih menjadi tantangan. Saya kira teman-teman di batu bara apalagi nikel juga pengembangannya, nilai tambahnya dan komoditas lain juga masih banyak terkendala di B3,” ungkap dia. Sejauh ini limbah sisa pembakaran batu bara atau fly ash bottom ash (FABA) di sejumlah PLTU oleh beberapa perusahaan dimanfaatkan sebagai bahan baku kontruksi, campuran semen, paving blok, batako dan sebagainya. Namun demikian, FABA tetap dikategorikan sebagai bahan bahaya dan beracun (B3). “Meskipun kita telah berjuang selama 10 tahun, fly ash bottom ash sudah ditetapkan jadi nonlimbah B3 yang terdaftar, dan prosesnya hampir sama dengan sebelum ditetapkan jadi B3 itu terdaftar,” ungkapnya. “Jadi ini tantangan bersama, kita akan terus coba memperjuangkan FABA prosesnya agar lebih cepat untuk waste, coal tar nanti bisa dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan energi hijau,” beber dia. Salah satu proyek yang manfaatkan FABA PLTU adalah pembangunan jembatan Sungai Sambas Besar di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Berdasarkan uji coba laboratorium yang dilakukan oleh PT Nindya Karya selaku kontraktor proyek FABA PLTU Bengkayang memenuhi Standart Kontruksi Jembatan. Proyek tersebut dilakukan oleh PT PLN Persero. Selain itu, bentuk hilirisasi batu bara yang memiliki nilai tambah signifikan adalah dimethyl ether (DME), briket, kokas, coal slurry dan sebagainya. Meski punya segudang manfaat, investor terkemuka Air Products hengkang dari proyek DME PT Bukit Asam dan proyek gasifikasi batu bara ke etanol PT Kaltim Prima Coal (KPC). Dijelaskan, alasan cabutnya perusahaan asal Amerika Serikat itu karena ingin fokus pada bisnis blue hydrogen.    

Artikel Terkait

KPP MINING Raih Penghargaan Internasional Berkat Transformasi Digital Berbasis Change Management

KPP MINING Raih Penghargaan Internasional Berkat Transformasi Digital Berbasis Change Management

London, TAMBANG – PT Kalimantan Prima Persada (KPP MINING) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Perusahaan jasa pertambangan ini meraih penghargaan Bronze dalam ajang AMEC Global Communication Effectiveness Awards 2026 melalui penerapan komunikasi strategis dalam mendukung transformasi digital perusahaan. Penghargaan tersebut diberikan pada kategori Best Use of Measurement for Internal Communications

By Rian Wahyuddin
Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jakarta, TAMBANG – Jurnalis Majalah TAMBANG, Rian Wahyudin, meraih penghargaan dalam ajang Apresiasi Minerba 2026 pada kategori Lomba Karya Jurnalistik untuk Wartawan. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara sebagai bentuk apresiasi terhadap karya jurnalistik yang mengangkat subsektor mineral dan batu

By Fahmi Adam
Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Jakarta, TAMBANG — PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA kembali menunjukkan capaian positif atas komitmennya terhadap kepatuhan pelaksanaan peraturan negara. Capaian ini diraih melalui penghargaan pada kategori Kepatuhan Pembayaran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM dalam acara Mineral & Batubara Convention - Expo

By Rian Wahyuddin
Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Jakarta, TAMBANG – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan 42 Apresiasi Minerba 2026 kepada badan usaha pertambangan serta insan ESDM yang berkontribusi dalam pengelolaan pertambangan dan penanganan bencana. Penghargaan tersebut disampaikan pada penutupan Minerba Convex 2026 di JIExpo, Jakarta, Selasa (3/11)

By Rian Wahyuddin