HBA Juni Periode II Turun Jadi USD 98,61 per Ton

HBA Juni
Ilustrasi Batu Bara

Jakarta, TAMBANG — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merilis ketentuan Harga Batubara Acuan (HBA) untuk periode kedua Juni 2025.

Dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 209.K/MB.01/MEM.B/2025 terkait HBA periode kedua Juni ini, HBA 0 untuk batu bara dengan kalori 6.322 GAR ditetapkan sebesar USD 98,61 per ton, turun dari periode pertama yang sebesar USD 100,97 per ton.

HBA I (GAR 5.300), yang ditetapkan sebesar USD 75,64 per ton, turun dari USD 77,59 per ton di periode sebelumnya.

Baca juga: Soal Tambang Nikel Gag, Dirut Antam: Kami Ikuti Arahan Pemerintah

HBA II (GAR 4.100), sebesar USD 50,25 per ton, sedikit naik dibanding periode pertama yang berada di angka USD 50,08 per ton.

HBA III (GAR 3.400), tercatat USD 36,14 per ton, naik dari USD 35,47 per ton.

HBA ditentukan berdasarkan rata-rata empat indeks harga batu bara dunia, yakni Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt’s 5900, dengan penyesuaian kualitas pada kalori 6.322 kcal/kg GAR, Total Moisture 8%, Total Sulphur 0,8%, dan Ash 15%.

Harga ini berlaku untuk transaksi jual beli batubara secara spot selama satu bulan, dengan titik serah Free on Board (FOB) Vessel.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin