ESG Di Pertambangan Sudah Jadi Kewajiban

ESG Di Pertambangan Sudah Jadi Kewajiban

Jakarta,TAMBANG, Penerapan standar Environment, Social dan Government (ESG) telah menjadi kewajiban di hampir semua lini usaha. Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara , Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Hendra Gunawan menegaskan hal ini.

“Tren global mendorong perlunya penguatan pengendalian dampak pertambangan pada lingkungan dan sosial. Di sisi lain, ESG juga menjadi tantangan sekaligus peluang untuk keberlanjutan usaha dan peningkatan daya saing,”tandas Hendra saat menjadi Keynote Speech pada Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) Business Forum 2025 di Jakarta, Selasa (26/8).

Dalam aspek lingkungan (environment), perusahaan diwajibkan melaksanakan pengelolaan lingkungan termasuk reklamasi sebagai prasyarat mutlak operasional pertambangan yang berkelanjutan. Untuk mendukung hal ini, Pemerintah menerbitkan sejumlah regulasi terkait tata kelola lingkungan di kegiatan usaha pertambangan.

Dalam aturan tersebut diantaranya, Pemerintah mewajibkan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) menyediakan dan menempatkan dana jaminan reklamasi dan/atau pascatambang. Perusahaan juga diwajibkan untuk melaksanakan reklamasi sesuai daengan target yang telah ditetapkan. Jika tidak dilaksanakan maka akan diberikan Surat Peringatan I, II dan III. Kemudian akan ada denda dan jika tetap tidak dilaksanakan maka akan dikenakan sanksi penghentian sementara.

“Ini sebagai bentuk dari pengawasan dari Pemerintah. Selama ini kami diperintah oleh APH (Aparat Penegak Hukum), sanksi itu suatu bentuk nyata dari pengawasan dari Pemerintah. Kalau tidak ada sanksi makan dilihat sebagai bentuk pembiaran,”tegas Hendra.

Data Kementerian ESDM menyebutkan, pada 2025 reklamasi lahan bekas tambang ditargetkan seluas 7.135 hektar. Realisasi hingga semester I-2025 mencapai 5.739,39 hektar.

Di aspek sosial, Pemerintah mewajibkan pemegang IUP menyusun program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. Dalam penyusunannya, perusahaan tambang perlu melibatkan Pemerintah Daerah dan Masyarakat dan Kementerian ESDM. Sementara pada aspek tata kelola, salah satunya mewajibkan pemegang IUP meningkatkan nilai tambah, pengembangan dan/atau pemanfaatan mineral dan batubara.

Untuk diketahui, Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI), kembali menyelenggarakan MGEI Business Forum 2025. Di event kali ini, lembaga yang berada dibawah naungan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) mengusung tema ‘Strategic Investment and Partnerships in Indonesia’s Mineral Sector: Aligning Policy, Industry, and Opportunity’.

Ketua MGEI Business Forum 2025, Rizki Arianto dalam sambutannya menyebutkan bahwa bahwa kehadiran para pemangku kepentingan menegaskan posisi strategis sektor mineral bagi perekonomian nasional. 

“Partisipasi luas dari pemerintah, industri, investor, dan akademisi menjadi bukti bahwa sektor mineral adalah pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global. Melalui Business Forum 2025, kami ingin membuka ruang kolaborasi dan menghadirkan peluang konkret yang dapat mempercepat investasi dan hilirisasi berkelanjutan,” jelas Rizki, Selasa (26/8/).

Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Hendra Gunawan dan Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Dedi Latip. 

MGEI Business Forum diselenggarakan sebagai wadah mempertemukan pejabat pemerintah, pelaku industri, investor, akademisi, serta konsultan professional untuk membahas arah kebijakan hilirisasi, harmonisasi regulasi, serta peluang investasi berkelanjutan. 

Ada sejumlah pembicara yang hadir mewakili beragam segmen yang terkait dengan industri pertambangan khusus mineral. Mulai dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Kehutanan, perwakilan perusahaan tambang mineral, perwakilan perbankan, lembaga riset, BEI juga pakar hukum.

Artikel Terkait

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Jakarta, TAMBANG – Kebutuhan akan industri yang semakin terintegrasi mendorong hadirnya kolaborasi lintas sektor. Hal ini tercermin dalam penyelenggaraan Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series – Engineering Week 2026 yang mempertemukan delapan sektor industri strategis dalam satu ekosistem. Mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”, Engineering Week 2026 resmi dibuka pada 9 September

By Rian Wahyuddin
Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Jakarta, TAMBANG – PT Naraya Dipta Buana, bagian dari MahaDasha Group, bersama SAIC Hongyan, memperkuat komitmen mengembangkan solusi kendaraan komersial untuk mendukung operasional sektor pertambangan Indonesia. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengembangan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) untuk kebutuhan industri berat. Komitmen ini disampaikan dalam ajang Mining Indonesia 2026

By Rian Wahyuddin
Learning Summit 2026, PAMA Perkuat Resiliensi dan Pengembangan Diri Karyawan

Learning Summit 2026, PAMA Perkuat Resiliensi dan Pengembangan Diri Karyawan

Jakarta, TAMBANG – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) kembali menggelar Learning Summit 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya belajar sekaligus meningkatkan kapabilitas insan perusahaan. Mengusung tema “BEYOND BOUNDARIES: Driving Value Through Knowledge Breakthroughs”, kegiatan ini menjadi wadah bagi karyawan untuk bertukar pengetahuan, mendapatkan perspektif baru, dan mengembangkan potensi diri. Memasuki rangkaian

By Rian Wahyuddin
XCMG Perkuat Ekosistem Industri Tambang Indonesia, Hadirkan Pembiayaan dan Alat Berat Energi Baru

XCMG Perkuat Ekosistem Industri Tambang Indonesia, Hadirkan Pembiayaan dan Alat Berat Energi Baru

Jakarta, TAMBANG – XCMG Group Indonesia memperkuat ekspansi dan ekosistem industrinya di Indonesia melalui kehadiran solusi alat berat energi baru sekaligus platform pembiayaan ABC Multifinance dalam ajang Mining Indonesia 2026 di Jakarta. Mengusung tema “New Power, New Future”, XCMG menampilkan berbagai solusi hijau terintegrasi yang dirancang untuk mendukung kebutuhan operasional pertambangan,

By Rian Wahyuddin