ESDM: Soputan Meletus, Hindari Awan Panas Sejauh 6,5 KM

ESDM: Soputan Meletus, Hindari Awan Panas Sejauh 6,5 KM
Jakarta,  TAMBANG – Badan Geologi Kementerian ESDM menyerukan kepara warga sekitar Gunung Soputan, Minahasa Tenggara (Mitra) Sulawesi Utara (Sulut)  untuk tidak beraktifitas di radius 4 km (Kilometer) dari puncak Gunung Soputan.   Seruan tersebut dikatakan Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Rudy Suhendar,  setelah terjadi letusan Gunung Soputan pada pukul 08.47 WITA. Muncul kolom dengan ketinggian 4.000 meter di atas puncak gunung atau 5.000 meter dari atas permukaan laut.   “Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 39 mm dan durasi enam menit letusannya, ” kata Rudy saat konfrensi pers di Kementerian ESDM,  Rabu (3/10).   Rudy menceritakan, pada Selasa malam (2/10) ia mendapatkan informasi peningkatan kegempaan.  Kemudian pukul 01.00 WITA status gunung Soputan ditingkatkan statusnya dari waspada menjadi siaga, karena terjadi peningkatan kegempaan.   Karena itu,  Rudy menyerukan kepada warga tidak beraktifitas di area radius 4 kilometer (km)  dan perluasan sektoral ke arah barat daya sejauh 6,5 km dari puncak,  karena ada cenderung bukaan awan panas.   Kemudian menganjurkan masyarakat untuk menggunakan masker mulut dan hidung,  menghindari bahaya gangguan udara.   “Bila kondisi hujan, maka akan memungkinkan terjadi banjir lahar,” pungkas Rudy.    

Artikel Terkait

Kolaborasi PAMA–SMKN 3 Tuban Lahirkan Gerobak Sampah Listrik Ramah Lingkungan

Kolaborasi PAMA–SMKN 3 Tuban Lahirkan Gerobak Sampah Listrik Ramah Lingkungan

Tuban, TAMBANG – Kolaborasi PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dengan SMK Negeri 3 Tuban tidak hanya melahirkan budaya keselamatan di lingkungan sekolah, tetapi juga menghadirkan inovasi ramah lingkungan. Salah satunya adalah gerobak sampah bertenaga listrik yang dikembangkan bersama sebagai bagian dari program PAMA Safe School. Peluncuran gerobak sampah listrik dilakukan bersamaan dengan

By Rian Wahyuddin
PLN EPI Resmikan Rumah Pembibitan Mangrove Berbasis Electrifying Agriculture Di Cilacap

PLN EPI Resmikan Rumah Pembibitan Mangrove Berbasis Electrifying Agriculture Di Cilacap

Jakarta,TAMBANG,-Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat komitmennya terhadap penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Kali ini perusahaan meresmikan Rumah Pembibitan Mangrove berbasis Electrifying Agriculture di Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Selasa (28/7). Program Tanggung Jawab Sosial dan

By Egenius Soda