Eksplorasi Blok Kalyani Masih Tertahan Perizinan Lahan

Eksplorasi Blok Kalyani Masih Tertahan Perizinan Lahan
Jakarta – TAMBANG. Kegiatan eksplorasi PT Sugih Energy, Tbk (IDX: SUGI) selama bulan Juli 2015 hanya mencakup pengurusan izin lahan untuk pelaksanaan survei seismik 2D di Blok Kalyani. Sedangkan untuk Blok Lemang, belum ada kegiatan karena baru saja mendapat persetujuan Rencana Pengembangan (Plan of Development / PoD) untuk operasi produksi.   “Blok Kalyani telah menyelesaikan fase eksplorasi studi internal geologis & geofisika. Selain itu, Blok Kalyani sedang melakukan pengurusan perizinan penggunaan lahan di Kementerian Kehutanan untuk pelaksanaan survei seismik 2D,” demikian tertulis dalam Laporan Eksplorasi Bulan Maret 2015 yang disampaikan Fachmi Zarkasi, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Sugih Energy, kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/8).   Pelaksaaan survei seismik 2D direncanakan akan mencakup bentangan sepanjang 112,6 km di daerah Bentayan, yang merupakan bagian dari kawasan area penggunaan lain dan hutan produksi.   “Pelaksanaan studi lanjutan internal geologi & geofisika secara spesifik saat ini sedang berlangsung di Area Bentayan, dengan tujuan mematangkan rencana usulan untuk melakukan pengeboran 1 sumur eksplorasi sebagai pemenuhan Komitmen Pasti Eksplorasi,” tambahnya.   Fachmi pun mengaskan bahwa rencana pelaksanaan pengeboran ini sudah tercakup dalam Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (Working Plan & Budgeting/WPnB) 2015. Sebelum memulai pelaksanaan pun dimintakan persetujuan pengeluaran dari SKK Migas sebagai regulator, sebagaimana dipersyaratkan.   Karenanya, rencana yang sudah disusun untuk penggarapan eksplorasi Blok Kalyani tak berubah dari sebelumnya. Rangkaian rencana tersebut meliputi pembelian data subsurface dan data produksi, pengurusan izin penggunaaan lahan, serta persiapan tender pengadaan jasa survei seismik 2D.   Biaya yang sudah diperhitungkan dan dicadangkan untuk kebutuhan rencana kerja tersebut mencapai hampir US$ 1,32 juta. Pembelian data subsurface dan data produksi hanya akan memakan US$ 17.664, sementara survei seismik diperkirakan menelan dana US$ 1,3 juta. Kedua mata anggaran itu pun sudah mendapat persetujuan dari SKK Migas.

Artikel Terkait

Dari Ekspor Unit Tunggal Menuju Terobosan Solusi Terintegrasi | LOVOL Heavy Industry Tampilkan Solusi Pertambangan Terpadu dari Hulu ke Hilir di Indonesia International Mining Exhibition 2026

Dari Ekspor Unit Tunggal Menuju Terobosan Solusi Terintegrasi | LOVOL Heavy Industry Tampilkan Solusi Pertambangan Terpadu dari Hulu ke Hilir di Indonesia International Mining Exhibition 2026

LOVOL Heavy Industry tampil menonjol di Mining Indonesia dengan solusi pertambangan terintegrasi yang mencakup proses penggalian, pemuatan, hingga pengangkutan. Didukung portofolio alat berat yang beragam, desain yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal, serta pengalaman dalam teknologi energi baru.

By Fahmi Adam
Rayakan Usia 36 Tahun, PERHAPI Komit Kawal dan Dukung Industri Pertambangan Berkelanjutan

Rayakan Usia 36 Tahun, PERHAPI Komit Kawal dan Dukung Industri Pertambangan Berkelanjutan

Jakarta,TAMBANG,- Saat ini, industri pertambangan nasional sudah semakin berkembang. Perannya pun semakin penting sebagai penopang perekonomian nasional. Namun harus diakui bahwa ada sejumlah tantangan maupun permasalahan yang dihadapi. Industri pertambangan harus menghadapi dinamika baik dari internal maupun eksternal. Adanya dinamika geopolitik internasional dan dinamika supply-demand komoditas mineral dan

By Egenius Soda
Dorong Ketahanan Pangan dan Edukasi Lingkungan, PAMA Ajak Pelajar Tanam Padi Organik di Kutai Timur

Dorong Ketahanan Pangan dan Edukasi Lingkungan, PAMA Ajak Pelajar Tanam Padi Organik di Kutai Timur

Jakarta, TAMBANG – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Site Indominco bersama PT Indominco Mandiri (IMM) mengajak puluhan pelajar mengenal pertanian dan pentingnya menjaga lingkungan melalui kegiatan tanam padi organik di Kawasan Wisata Sawah Desa Teluk Pandan, Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur. Mengusung tema “Bersinergi untuk Bumi, Pendidikan, dan Masa Depan yang Berkelanjutan”

By Rian Wahyuddin