Dorong Ketahanan Pangan dan Edukasi Lingkungan, PAMA Ajak Pelajar Tanam Padi Organik di Kutai Timur

Dorong Ketahanan Pangan dan Edukasi Lingkungan, PAMA Ajak Pelajar Tanam Padi Organik di Kutai Timur
Istimewa.

Jakarta, TAMBANG – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Site Indominco bersama PT Indominco Mandiri (IMM) mengajak puluhan pelajar mengenal pertanian dan pentingnya menjaga lingkungan melalui kegiatan tanam padi organik di Kawasan Wisata Sawah Desa Teluk Pandan, Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur.

Mengusung tema “Bersinergi untuk Bumi, Pendidikan, dan Masa Depan yang Berkelanjutan”, kegiatan yang digelar pada Senin (20/7/2026) tersebut melibatkan Pemerintah Desa, Muspika Kecamatan Teluk Pandan, serta siswa SDN 001 dan SMPN 001 Teluk Pandan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi penanda dimulainya musim tanam ketiga di kawasan tersebut. Namun, lebih dari sekadar aktivitas pertanian, kegiatan dirancang sebagai pembelajaran lapangan bagi generasi muda untuk mengenal proses produksi pangan sekaligus memahami pentingnya kelestarian lingkungan.

CSR Department Head PT Pamapersada Nusantara Site Indominco, Yasser Pramana, mengatakan keterlibatan pelajar menjadi langkah penting untuk memperkenalkan aktivitas pertanian sejak dini. Terlebih, kesempatan anak-anak untuk berinteraksi langsung dengan alam dinilai semakin terbatas.

“Kami ingin generasi penerus tidak hanya memahami pentingnya ketahanan pangan masa depan, tetapi juga menghargai proses pertanian. Sejak 2018, PAMA berkomitmen melakukan pendampingan berkelanjutan bagi petani Teluk Pandan, mulai dari pelatihan budidaya benih organik, pembuatan pupuk, sertifikasi, penyediaan sarana-prasarana, hingga pengembangan kawasan agrowisata,” ujar Yasser.

Pendampingan yang dilakukan PAMA bersama IMM tersebut turut mendorong perkembangan Kawasan Wisata Sawah Teluk Pandan. Kawasan ini tidak hanya menjadi lokasi produksi beras organik, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata berbasis edukasi pertanian.

Beras organik yang dihasilkan bahkan telah dipasarkan hingga ke luar Kalimantan. Sementara dari sisi pariwisata, pengunjung dapat mengikuti berbagai aktivitas secara langsung, mulai dari membajak sawah, menanam padi, hingga merasakan proses panen.

Istimewa.

Community Development PT Indominco Mandiri, Teguh, mengatakan perusahaan sebagai pemilik wilayah turut mendukung program yang dikembangkan bersama pemerintah daerah dan pemerintah desa.

“Keberlanjutan tidak hanya soal kelestarian alam, tetapi juga menyiapkan generasi penerus yang peduli lingkungan. Kegiatan ramah lingkungan ini menjadi bagian dari komitmen bersama PAMA dan Pemerintah Desa,” terang Teguh.

Dukungan juga datang dari pemerintah setempat. Camat Teluk Pandan, Anwar, dan Kepala Desa Teluk Pandan, Andi Herman, menilai kolaborasi tersebut memberikan manfaat ganda, baik bagi pendidikan maupun pengembangan ekonomi masyarakat.

Menurut Andi Herman, pendampingan PAMA dan IMM yang dilakukan secara konsisten sejak sektor hulu hingga hilir telah memberikan nilai tambah bagi pengembangan pertanian organik di Teluk Pandan.

“Kami berterima kasih atas pendampingan konsisten dari PAMA dan IMM dari hulu ke hilir. Harapannya, kegiatan edukatif ini dapat menjangkau lebih banyak sekolah dan menarik kembali wisatawan ke kawasan Wisata Sawah Teluk Pandan,” ungkap Andi.

Bagi para pelajar, pengalaman turun langsung ke sawah memberikan pembelajaran yang berbeda dari ruang kelas. Mereka tidak hanya melihat bagaimana padi ditanam, tetapi juga merasakan langsung proses dan tantangan yang dihadapi petani.

Salah satu siswi peserta, Nadifa, mengaku awalnya tidak terbiasa dengan aktivitas yang membuatnya harus berkotor-kotoran. Namun, pengalaman tersebut justru membuatnya memahami bahwa sepiring nasi melewati proses panjang sebelum sampai ke meja makan.

“Awalnya saya tidak suka kotor, tetapi ternyata seru sekali. Sekarang saya tahu menanam padi itu susah, jadi saya janji tidak akan menyisakan makanan lagi,” tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, PAMA dan IMM berupaya menghubungkan tiga hal sekaligus, yakni pertanian, pendidikan, dan keberlanjutan lingkungan. Ketiganya menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran generasi muda mengenai sumber pangan sekaligus menjaga ekosistem yang menopangnya.

Ke depan, Kawasan Wisata Sawah Teluk Pandan diharapkan tidak hanya terus berkembang sebagai sentra produksi beras organik, tetapi juga menjadi ruang belajar terbuka bagi pelajar dan masyarakat. Dengan demikian, kawasan tersebut dapat memainkan peran ganda sebagai destinasi agrowisata sekaligus salah satu penggerak ketahanan pangan di Kutai Timur.

Artikel Terkait

Kick Off Minerba Convex 2026, Dirjen Minerba Dorong Pertambangan Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Kick Off Minerba Convex 2026, Dirjen Minerba Dorong Pertambangan Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Jakarta,TAMBANG,- Pemerintah mendorong subsektor mineral dan batubara (minerba) untuk tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

By Egenius Soda
Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Prabowo Ganti Purbaya Yudhi Sadewa, Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan

Jakarta, TAMBANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengangkat Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Merah Putih. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengisi posisi Menteri Keuangan hingga berakhirnya masa jabatan periode 2024-2029. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian

By Rian Wahyuddin
Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Di Kongres PROMETINDO 2026, Prof Zulfiadi Dorong Metallurgist Indonesia Jadi Pencipta Teknologi

Jakarta, TAMBANG – Penguatan industri hilir mineral Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengoperasikan teknologi. Para ahli metalurgi nasional (metallurgist) dituntut naik kelas dari pengguna teknologi (technology user) menjadi pencipta dan penyedia teknologi (technology creator dan technology provider). Guru Besar Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Zulfiadi Zulhan, mengatakan perubahan peran

By Rian Wahyuddin