Dua Pasangan Capres-Cawapres Muncul, Pasar Masih Hijau

Dua Pasangan Capres-Cawapres Muncul, Pasar Masih Hijau
Jakarta, TAMBANG – Hadirnya dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, meski masih muka lama, memberikan sentimen yang cukup positif pada IHSG sehingga dapat bertahan di zona hijau.   Pengamat Pasar Modal Analis Efek Indonesia (AEI) Reza Priyambadha, mengatakan, aksi beli masih bertahan seiring dengan pengumuman tersebut dan pendaftaran kedua pasangan tersebut ke KPU berjalan dengan aman dan lancar tanpa ada konflik diantara pendukungnya.   Saham-saham properti dan konsumer banyak diburu pelaku pasar, seiring adanya harapan positif program pembangunan infrastruktur dan properti dapat kembali berlanjut. Serta perbaikan tingkat konsumsi masyarakat, dengan adanya program kebijakan baru dari kedua pasangan tersebut.   Tetapi di sisi lain, aksi jual juga terjadi dengan merespon negatif rilis defisit transaksi berjalan (current account defisit/CAD) pada Q2-18 yang naik menjadi USD8 miliar atau 3 persen dari PDB dengan impor penyebab melebarnya defisit tersebut.   Pergerakan IHSG sempat melampaui target resisten di kisaran support 6078-6089 namun, tidak bertahan lama.   Reza menganalisis, diperkirakan IHSG selanjutnya dapat bertahan di atas support 6058-6064 dan Resisten diharapkan dapat menyentuh kisaran 6093-6117.   Pergerakan IHSG yang sempat menyentuh level 6100 tidak bertahan lama seiring dengan adanya sentimen negatif dari makrofundamental ekonomi.   Adanya sentimen ini, dapat membuat rentan kenaikan IHSG untuk berbalik negatif. Pelaku pasar pun akan memanfaatkan kenaikan pasKa pengumuman calon presiden dan wakilnya untuk kembali melakukan aksi ambil untung.   “Atau bisa juga pelaku pasar yang kecewa, dengan tidak adanya muka baru dari pasangan calon-calon tersebut juga akan melakukan aksi jualnya. Tetap mewaspadai terhadap sentimen-sentimen yang dapat membuat IHSG kembali melemah, terutama jika aksi profit taking kembali ada,” tutur Reza.   Saham-saham pilihan: UNVR Maintain buy selama mampu bertahan di atas 43375. Support 43300-43375 Resisten 43675-43725 BRPT Trading buy selama mampu bertahan di atas 1960. Support 1950-1960 Resisten 2020-2040 BBTN Trading buy selama mampu bertahan di atas 2790. Support 2760-2790 Resisten 2870-2900 BTON Trading buy selama mampu bertahan di atas 318. Support 316-318 Resisten 330-332 WSKT Trading buy selama mampu bertahan di atas 2090. Support 2080-2090 Resisten 2160-2200

Artikel Terkait

Sukses Dalam Pengeboran di Sumur Semberah-206, Elnusa Perkuat Rekam Jejak Operational Excellence di Bisnis Hulu

Sukses Dalam Pengeboran di Sumur Semberah-206, Elnusa Perkuat Rekam Jejak Operational Excellence di Bisnis Hulu

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan jasa energi terintegrasi, PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA), kembali menunjukkan kapabilitas operational excellence pada layanan hulu migas. Kali ini perusahaan yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina sukses melaksanakan pengeboran Sumur Semberah-206 (SEM-20-US) milik PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS) Zona 9 di Kutai Kartanegara,

By Egenius Soda
DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

DSI Lengkapi Jajaran Komisaris dan Direksi, Jalankan Mandat Ekspor SDA Strategis

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI kini memiliki jajaran Komisaris dan Direksi lengkap untuk mendukung pelaksanaan mandatnya dalam tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia. Dewan Komisaris DSI dipimpin Komisaris Utama Cipung Noer, bersama Tony Wenas, Prof. Mari Elka Pangestu, dan Harold Tjiptadjaja sebagai Komisaris. Jajaran tersebut memiliki

By Rian Wahyuddin
DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

DSI Petakan Ekspor USD14 Miliar, Potensi Optimalisasi Nilai Capai USD5 Miliar

Jakarta, TAMBANG – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI mengumumkan kesiapan operasional dalam menjalankan mandat pengelolaan ekspor komoditas strategis Indonesia. Dalam waktu sedikit lebih dari dua bulan, DSI telah membangun visibilitas analitis terhadap sekitar 6.500 deklarasi ekspor dengan nilai lebih dari USD14 miliar. DSI dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP)

By Rian Wahyuddin